Posted by: nia | February 6, 2014

Kisah Penjual Apam

Beberapa waktu yang lalu, saat duduk sendirian di toko … kebetulan hari itu Sabtu. Tiba-tiba datanglah seorang penjual kue dengan dua buah keranjang yang ditenteng. Ceritanya begini …

====

apam barabai

apam barabai : foto diambil dari omm google

Sebut saja penjual kue itu “Acil”, beliau berusia kira² 40 tahun ke atas. Apam adalah nama kue tradisional khas banjar (Barabai), ibu kota Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan.  Untuk lebih detailnya tentang kue apam ini bisa dibaca di sini Terjadi pembicaraan antara saya dengan acil itu.

A : “mba … nukar apamkah —> (mba … beli kue apamkah?)”

S: “Apam apa cil? berapa sebungkus Cil?

A: “Apam Barabai, sepuluh ribu sebungkus, nang ini apam putih nang ini apam habang ( yang ini apam putih, yang ini apam merah ). Beli keduanya haja lah … ” lanjut acil tadi.

S: Tak langsung mengiyakan, kalau sebungkusnya sepuluh ribu berarti dua bungkus jadi duapuluh ribu dong🙂 ( gumam saya dalam hati).

A: “Kayapa mba? Tukari pang nah dua  bungkus … (bagaimana mba, beli dong dua bungkus),” bujuk acil itu lagi.

Akhirnya saya beli apam itu dua bungkus, mau nyoba yang habang dan putih. Kalau apam putih itu terbuat dari gula pasir, kalau apam habang itu dari gula aren.

===

Proses jual beli apam selesai, Acil itu minta ijin untuk istirahat sebentar melepas rasa penat. Sambil istirahat beliau bercerita bahwa beliau berasal dari pasar Kurau ( daerah Pelaihari, salah satu kabupaten lain di Kalsel). Dari Kurau beliau diantar suami ke Banjarbaru dengan naik motor. Tiba di Banjarbaru, beliau berjajalan kaki menjajakan dagangannya. 1 keranjang berisi 30 bungkus apam. Kalau 2 keranjang berarti 60 bungkus. 1 bungkus dijual dengan harga Rp.10.000,- Beliau akan pulang kalau dagangan laku terjual.

Saya pun bertanya, apakah apam itu bikin sendiri atau hanya menjualkan punya orang. Acil itu menjawab kalau beliau hanya membawakan punya orang. Dengan mengambil selisih harga Rp. 2500,-/bungkusnya. Saya kemudian berpikir, jika dalam sehari beliau bisa menjual 60 bungkus, berarti beliau mendapatkan hasil Rp. 150.000/hari. Jika beliau rajin berjualan selama 30 hari dalam sebulan dengan asumsi selalu habis terjual, maka beliau akan mendapatkan hasil penjualan Rp. 4.500.000,- Wow … sebuah angka yang besar. Bisa dibandingkan dengan gaji pegawai pemerintahan ya .. hihihi :P: Dan hasilnya itu lhooo .. seratus persen halal tanpa ada unsur korupsinya🙂

Iseng lagi saya bertanya, berapa orang teman beliau yang berjualan ke Banjarbaru dari Kurau sana? Dan beliau menjawab ada 7 orang, nah … saya tercengang. kalau tiap orang membawa 60 bungkus berarti totalnya ada 420 bungkus. Dan semuanya terjual di Banjarbaru. beliau pun melanjutkan ceritanya bahwa yang membuat apam itu sebenarnya orang Barabai yang tinggal di pasar Kurau, setiap hari bisa produksi sebanyak 10 liter tepung, sayang sekali saya belum tau persisnya 1 liter tepung itu menghasilkan berapa bungkus apam. Walapun begitu, saya sangat salut, betapa banyak orang yang bisa mendapatkan rejekinya dengan usaha bikin apam tersebut.

Yang membuat saya kagum adalah, beliau rela jalan kaki utuk jarak tak pasti untuk menjajakan dangannya. Tujuannya cuma satu, supaya dagangan laku terjual dan bisa pulang ke rumah dengan membawa uang hasil berjualan hari ini.

===

Tak jarang …profesi berjualan seperti yang dilakoni acil ini, dipandang sebelah mata oleh orang-orang tertentu. Mereka lebih menghargai seorang aparat pemerintah yang berseragam dengan gaji mungkin dibawah penghasilan acil penjual kue. Dan parahnya, status pe en es bagi sebagian orang lebih terpandang, ketimbang status jualan kue … Semoga saja, ada banyak acil² yang bekerja dengan keringatnya sendiri untuk membantu ekonomi keluarga seperti beliau tadi. Sehingga anggapan kalau status pe en es itu lebih menjanjikan salah besar🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: