Posted by: nia | June 21, 2013

Bahasa Besi

Dahulu dia adalah seorang pembalap, ketika masih berstatus mahasiswa di sebuah perguruan tinggi.  Dia mempunyai dua orang adik yang masih duduk di bangku sekolah. Dalam masa itu, ayahnya yang berprofesi sebagai pegawai negeri meninggal dunia. Dia sempat bingung tentang kelanjutan pendidikannya berikut sang adik. Uang hasil taspen ayahnya mungkin cukup untuk membiayai kuliahnya sampai lulus, namun bagaimana dengan kedua adiknya nanti?

Berhubung ia adalah seorang pembalap, salah satu temannya kemudian memberikan solusi agar ia berhenti jadi pembalap dan menyarankan supaya mulai saat itu menjadi pengumpul besi bekas. Kenapa jadi pengumpul besi bekas? Karena ia banyak punya teman tukang bengkel, yang tentu saja di bengkel itu banyak besi-besi yang tak terpakai.

Setiap pulang dari kuliah, ia mampir ke tiap bengkel dan meminta besi-besi yang tak terpakai kepada pemilik bengkel. Besi-besi yang berhasil ia kumpulkan disimpan di garasi rumahnya. Seminggu, sebulan, setahun … tak pernah terlewatkan, hingga sampai tahun ke empat, tibalah saat yang dinanti yaitu ia lulus dari bangku kuliah.

Ia pun mengajak temannya tadi untuk datang ke rumah, ingin ditunjukkannya hasil jerih payahnya selama 4 tahun menjadi pengumpul besi bekas. Sang teman ketika sampai di rumahnya dan melihat ke garasi, betapa terkejutnya ia. Tumpukan besi-besi bekas onderdil motor itu telah memenuhi garasi itu.

Ia lalu bertanya kepada temannya itu, “jika besi bekas ini dijual … kira-kira berapa ya duitnya?”

Sang teman menjawab, ” kamu bisa beli sebuah truk!”

Akhirnya besi-besi bekas itu pun dijual, hasilnya memang bisa beli sebuah truk dengan cara kredit.

===

Lalu, apakah ceritanya berhenti sampai di situ saja? Ternyata setelah memiliki sebuah truk … ia tetap mengumpulkan besi-besi bekas. Namun kali ini tidak lagi secara gratis. Ia membeli dari pengumpul-pengumpul besi bekas lain🙂

Ia berkata kepada sang teman, “gara-gara jadi pengumpul besi bekas, saya menjadi paham bahasa besi” … hahahaha

 

 

 

 

 

 

 


Responses

  1. Jual beli besi tua adalah pekerjaan yang tampaknya kotor dan terkesan kumuh. Tidak setiap orang mau mengerjakannya, namun bagi laki-laki berbadan gemuk ini, jual beli besi tua merupakan pekerjaan yang menguntungkan. Dengan besi tua ini Saturi bisa meghidupi keluarganya. Orang lain menganggap barang bekas seperti kaleng, besi tua, adalah sampah yang tak berguna, namun bagi pengumpul besi tua sangat berharga. “Barang-barang bekas ini masih ada harganya mas, biar barang bekas seperti besi tua ini kalau saya beli kurang dari Rp. 2000,-/kg dan saya menjual Rp 2000,- sampai Rp 2500 / kg tergantung kualitas besinya,” kata Saturi.

  2. mo nanya nih kalo bengkel WMC RACING tuh di Gandaria sebelah mana y? kalo ada alamatnya pls kasih tau gw….

  3. Jual beli besi tua adalah pekerjaan yang tampaknya kotor dan terkesan kumuh. Tidak setiap orang mau mengerjakannya, namun bagi laki-laki berbadan gemuk ini, jual beli besi tua merupakan pekerjaan yang menguntungkan. Dengan besi tua ini Saturi bisa meghidupi keluarganya. Orang lain menganggap barang bekas seperti kaleng, besi tua, adalah sampah yang tak berguna, namun bagi pengumpul besi tua sangat berharga. “Barang-barang bekas ini masih ada harganya mas, biar barang bekas seperti besi tua ini kalau saya beli kurang dari Rp. 2000,-/kg dan saya menjual Rp 2000,- sampai Rp 2500 / kg tergantung kualitas besinya,” kata Saturi.

  4. besi kuning dalam kepompong berasal daripada indonesia………………………………ada jarum kecil besi kuning didalam kepompong tesebutmaharnya hanya RM150 sahaja.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: