Posted by: nia | July 29, 2012

Cerita tentang Kucing

Tak ada yang spesial dengan kucing-kucing yang akan saya ceritakan ini, hanya saja saya sempat berlinang airmata ketika salah satu kucing yang ada di rumah mengalami sakit. 

 

Awalnya, di rumah hanya ada tiga ekor kucing betina. Mereka tiga bersaudara. Masing-masing diberi nama “Komeng, Buluk dan Burung Hantu.” Saya ga persis tau kenapa nama itu diberikan kepada kucing-kucing itu.

 

Awal januari 2011 yang lalu, Beberapa hari menjelang pernikahan saya … si Komeng melahirkan 4 ekor anak kucing. Namun entah kenapa ke empat anak komeng tak bisa bertahan hidup. Akhirnya Komeng kehilangan anaknya. Sementara si buluk dan si burung hantu masih hamil.

 

Awal Februari, beberapa hari menjelang resepsi pernikahan saya, si Burung Hantu melahirkan anak kucing sebanyak tiga ekor. Namun setelah melahirkan itu, ia tak perduli dengan anak-anaknya yang masih bayi. Beruntung si Komeng yang kelihilangan bayinya memberika ASI buat anak-anak si Burung Hantu itu sehingga mereka bisa bertahan hidup.

 

Tak lama setelah Burung Hantu melahirkan, disusul oleh si Buluk. Namun sayang, anak si buluk ini ga lama bertahan hidup. Jadi, total anak kucing yang dilahirkan hanya anak si burung hantu saja lah yang berjumlah tiga ekor yang hidup.

Entah apa yang terjadi, ketiga induk kucing itu secara bergantian menyusui bayi kucing. Hingga si anak kucing tadi mulai bisa berjalan dan bermain. ANak kucing tadi 2 ekor berjenis kelamin jantan, satu betina. Yang jantan kami beri nama si Kuning karena bulunya kuning keemasan, yang satunya si buntut panjang karena buntutnya yang panjang. Sedang yang betina kami beri nama “handap” karena buntutnya yang pendek.

 

Sekitar umur 2 bulan, si buntut panjang sakit tidak mau makan, setelah diteleti ternyata ia telah memakan seekor kodok, mungkin kodok itu beracun atau apa, sempat kami kasih garam .. juga dikasih minum obat. Akhirnya si buntut panjang sehat kembali.

 

Tak lama setelah buntut panjang sehat, tiba-tiba si buluk mengalami luka parah setelah salah satu puting susunya bernanah akibat digigit oleh anak-anak kucing yang menyusu kepadanya. Beberapa kali si bukul diberi obat dengan cara menaburi serbuk obat ke area lukanya, akhirnya buluk kembali sehat dan tetap memerikan ASInya kepada krucil.

 

Meski sudah 6 bulan lebih, anak-anak kucing itu masih tetap menyusu, dan yang paling sering menyusui adalah si buluk. Sedangkan si Komeng dan si Burung hantu menolak.

 

Saya sering memperhatikan, ketika memberi makan kucing-kucing itu .. induk kucing itu tak menyentuh makanan sampai anak-anaknya selesai makan. Mereka rela antri sampai anak-anaknya kenyang. Mungkin itulah naluri …

 

Beberapa hari menjalani ibadah puasa, karena pola makan berubah, otomatis memberi makan kucingpun mengikuti jadwal makan kami di rumah. Awalnya tak ada yang aneh, namun beberapa hari kemudian, ketika mengamati keberadaan kucing-kucing yang berjumlah enam ekor. Biasanay mereka makannya bareng, saat itu tmpak tak seeprti biasa. Mereka seolah ga punya selera makan!

 

Ternyata, si kuning sakit … tak terlihat ada aktifitas  kucing-kucing yang biasanya bermain. Dan si kuning tergeletak tak berdaya di atas kasur. Akhirnya suami sy memberikan obat kepada si kuning. Ketika berjalan, kaki si kuning agak pincang. Mungkin itulah yang menyebabkan dia sakit.

 

Besok harinya, si kuning ga makan … dengan penuh kasih sayang, lagi-lagi suami saya memberikan minuman susu kepada si kuning, ah .. dan ternayta si kuning mau minum susu yang diberikan oleh suami sy itu.  Secara bergantian sy dan sumi menjaga si kuning, saat itulah sy meneteskan airmata, iba sekali rasanya melihat si kuning yg biasanya lari-lari kini tergeletak tak berdaya.

 

Ini sudah hari ke-tiga si kuning sakit. Tadi siang sudah mau makan ikan … mudah-mudahan si kuning cepat sehat kembali. aamiin.

 

 


Responses

  1. Rakun, Kucing Besar, dan binatang buas lainnyaSangat berbahaya bila dibiarkan bersama anak-anak.”Meskipun dekat dengan hewan peliharaan adalah sesuatu yang baik untuk anak-anak, namun patut diwaspadai risiko yang mungkin terjadi”, kata Joseph Bocchini, ketua jurusan pediatric pada Louisiana State University Health Sciences Center di Shreveport. Dia juga menyatakan bahwa hewan yang umum dipelihara seperti anjing, kucing, dan ikan juga harus diwaspadai. Anjing dan kucing dapat menyebarkan beberapa penyakit seperti toksoplasmosis, penyakit pada usus, serta demam akibat cakaran. Ikan dapat menyebabkan infeksi mycobacteria penyebab penyakit pada paru-paru, kusta, serta berbagai infeksi kulit lain.Tentu saja Anda tidak harus berhenti memelihara hewan kesayangan Anda, yang harus Anda lakukan adalah berhati-hati dan menjaga kebersihan setiap selesai memegang hewan tersebut. “Kesehatan hewan peliharaan harus selalu diperhatikan, juga patuhi jadwal imunisasi yang ada”, imbuh Joseph Bocchini.Jadi bermainlah dengan hewan kesayangan Anda, tapi jangan lupa untuk mencuci tangan setelahnya serta rutin untuk melakukan imunisasi dan selalu menjaga kebersihan kandang hewan peliharaan kesayangan anda.

  2. kucing emang bikin gemes..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: