Posted by: nia | November 28, 2011

Anak, anugerah tak ternilai harganya

Sekian lama tak update blog, karena kesibukan yang tak bisa ditinggalkan begitu saja. Sungguh saya kangen ingin berselancar kembali di dunia maya yang satu ini. Meskipun hanya sedikit waktu yang bisa saya curahkan kali ini, semoga bisa mengobati kerinduan ngeblog dan berbagi.

***
Lebaran Idul Adha telah berlalu, meninggalkan banyak kisah suka dan duka. Makna Qurban yang semakin tahun menjadi sebuah pertanyaan dalam hati saya, mengingat suasananya selalu berubah dari tahun ke tahun. Yang jelas membuat hati miris, walau di satu sisi ada hal yang membuat hati bersyukur ketika bisa berbagi bahagia dan rejeki di hari raya.

Sebuah cerita terjadi, mewarnai suasana menjelang Idul Adha tahun ini. Tentang seorang ibu dan anak, 2 insan yang mempunyai ikatan batin tak terbantahkan. Betapa besar kasih sayang Allah SWT yang bisa kita saksikan dan lihat secara langsung. Ini adalah kisah yang telah membuka hati dan pikiran saya bahwa peranan seorang ibu dalam rumah tangga itu sangat mulia jika ia bisa menjalankan fungsi dan peranannya dengan baik dan benar. Karena lewat sentuhan dan perhatian tulus seorang ibu, sang anak akan menjadi sosok kebanggaan di masa depan. Meski kisah ini memilukan, semoga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.

Pagi itu, Jum’at subuh sehari menjelang perayaan Idul Adha. Seorang ibu di sebuah desa bangun pagi seperti biasa. Karena sekarang hampir semua pohon buah-buahan sedang berbuah dan memberikan hasil panen yang melimpah. Begitu juga beberapa pohon di sekitar rumah ibu muda itu. Termasuk pohon kasturi ( buah khas kalimantan yang harum dan wangi ), pohon kasturi itu berbuah dengan sangat lebat dan telah masak-masak pula. Sehingga setiap saat bisa jatuh dari pohonnya. Jika buah kasturi itu jatuh pada siang hari, tentu tak masalah bisa langsung diambil, kebiasaan mengambil buah yang jatuh dari pohon ini disebut “bajajatuan” dan lumrah dilakukan di kampung tersebut. “Bejajatuan” ini akan terus dilakukan sampai sang pemilik pohon memanen buah dan hanya meninggalkan sedikit sisa dari buahnya di pohon. Ketika pohon yang berbuah dengan lebat tadi buahnya berjatuhan pada malam hari, tentu tak ada yang mengambilnya.

Bejajatuan buah kasturi yang jatuh pada malam hari akan dilakukan besok subuhnya, saat adzan subuh telah selesai berkumandang, dan sholat subuh telah didirikan. Para penjatu buah akan berlomba untuk mengambil buah-buah tadi, siapa yang lebih pagi, dia lah yang paling banyak dapatnya … dan kisah sedih ini berawal.

Si ibu yang telah terbiasa menjatu buah kasturi musim ini, pagi Jumat itu berniat akan melakukan aktifitas menjatu lagi. Ia tinggalkan anak lelakinya yang berusia ± 7 tahun di tempat tidur, anak lelaki itu masih tertidur mungkin. Letak pohon yang akan dituju ada di seberang rumahnya, terpisah oleh jalan kampung. Saat asik memunguti buah yang berserakan di tanah, tanpa ia sadari kalau anak lelakinya yang ditinggalkan di ranjang dalam keadaan tidur telah bangun dan naluri seorang anak selalu mencari sang ibu membuat anak itu langsung berlari menyusul ibunya. Dan saat menyeberang di jalan raya, tiba-tiba sebuah motor yang melaju tak terlalu kencang tanpa bisa mengelak langsung menabrak anak lelaki tadi. Tubuh anak kecil itu terseret ± 10 meter, tak ada luka lecet yang berarti di tubuhnya. Namun di bagian kepalanya berlobang, hiks .. hiks.

Anak kecil itu sempat dibawa ke rumah sakit terdekat, namun malang … nyawanya tak tertolong lagi. Allah memanggilnya di usia yang sangat muda belia. Menyisakan kisah sedih dan penyesalan serta pelajaran bagi yang ditinggalkan.

***

Suatu pagi, sekitar 2 minggu yang lalu … ketika itu saya sedang menikmati sarapan nasi kuning di sebuah warung dekat sekolah dasar. Saya terpana dan sedikit menyayangkan melihat seorang ibu muda yang berjalan agak tergesa-gesa, ibu itu sambil membawa botol tempat minum anak kecil. Di belakangnya, seorang anak kecil berpakaian seragam taman kanak-kanak berjalan mengikuti ibunya. Sambil menyeret sepeda kecil miliknya yang berwarna hitam, ia seolah ingin melangkah secepat ibunya agar tak ketinggalan. Sungguh hati saya ingin berkata, tega sekali itu membiarkan anaknya seperti itu. Seandainya tidak di jalan yang banyak di lalui orang yang berkendera, barangkali itu masih bisa saya maklumi. Namun itu adalah jalan gang yang cukup padat. Ah, pikiran saya menerawang … ternyata tidak semua ibu bisa memberikan perhatian kepada anaknya di waktu yang tepat.

***

Jika tidak ada hal yang menyedihkan terjadi kepada seorang anak, tentunya sikap seorang ibu tidak menjadi sorotan yang tajam dari orang sekitar. Tetapi jika kejadian yang tak diinginkan terjadi, sangat disayangkan bukan? Tak jarang seorang ibu akan disalahkan habis-habisan karena tidak bisa menjaga anaknya dengan baik. Begitu pula sebaliknya, ketika seorang anak mempunyai prestasi yang membanggakan, tentunya orang tua juga yang merasakan kebahagiaan dan kebanggaan itu.

Anak adalah titipan dan amanah dari Allah, kewajiban orang tua adalah menjaga dan memelihara serta mendidik anak itu dengan sebaik-baiknya. Bahkan, salah satu dari 3 amalan yang masih diterima Allah sebagai pahala kita di akhirat nanti meskipun kita sudah meninggalkan dunia fana ini, amalan tersebut adalah:” anak soleh yang mendoakan ibu bapaknya”.

Nah, bagaimana dengan ibu-ibu dan calon ibu … semoga saja kisah ini bisa membuat diri kita bersyukur terlahir sebagai seorang wanita. Karena jalan untuk menuju kehidupan di akhirat kelak dengan surga yang indah bisa kita wujudkan bilamana kita bisa menjaga titipan Allah berupa anak yang sholeh/ sholehah. Mudah-mudahan para ibu dapat menjalankan tugas mulia dalam rumah tangga, amin.


Responses

  1. “Tuanku Sultan Iskandar ibni Almarhum Sultan Ismail disahkan mangkat petang tadi (semalam) Januari 21hb, 2010 bersamaan 5 Safar 1431 pada pukul 7:15 petang di dirawat di Hospital Pakar Puteri. Kemangkatan baginda diumumkan Menteri Besar, Datuk Abdul Ghani Othman pukul 11.20 malam tadi. ” – petikan berita -Sebagai salah seorang anak Johor saya merakamkan rasa dukacita dan ucapan takziah di atas kemangkatan DYMM Tuanku Sultan Johor kepada keluarga Diraja Johor.

  2. Dan saya benar benar stress karena sampai saat ini blog yang saya akan ikutkan terdampar entah di mana pada halaman pencarian Google.

  3. Syurga dibawah telapak kaki ibu…..

    ===
    iya, betul sekali🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: