Posted by: nia | September 29, 2011

Asap tebal tadi Pagi

Musim penghujan telah tiba, seperti tahun -tahun sebelumnya atau 5 – 10 tahun sebelumnya kejadian seperti ini selalu saja terjadi, yaitu asap pekat akibat kebakaran hutan yang menyelimuti hampir seluruh penjuru kota Banjarbaru-Banjarmasin, tak terkecuali di jalan raya. Pagi tadi sekira jam tujuh saya berangkat ke Banjarmasin dari Banjarbaru dengan mengendarai roda dua. Baru saja keluar dari rumah saya disambut oleh asap pekat yang menebarkan aroma sengak.

Asap pekat pagi ini adalah yang terparah menurut pengamatan saya selama sebulan terakhir ini. Dari km 34 jarak pandang masih berkisar ± 10 sd 15 meter. Ketika berada di seputaran km 31 ( seputaran tempat tinggal teman saya ini )asap semakin pekat, sehingga jarak pandang menjadi ± 5 meter saja … Dalam jarak pandang yang sedemikian dekat, ditambah dengan rasa perih pada mata akibat asap tadi, belum lagi penciuman yang terganggu. Tentunya konsentrasi berkendaraan harus tetap menjadi prioritas utama. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, para pengendara yang selama ini belum mentaati peraturan lalu lintas yakni menyalakan lampu di siang hari, mau tidak mau harus melakukannnya.

Setelah melewati titik terparah dari km 31 sampai km 23 ( Bandara Samsudin Noor ), akhirnya saya bisa sedikit bernapas lega karena asap tidak lagi sepekat sebelumnya. Disamping terganggu oleh bau asap, perih mata, hawa dingin yang menusuk sampai ke tulang belulang juga saya rasakan. Beruntung jaket yang saya pakai lumayan tebal sehingga ada sedikit rasa hangat.

Tips melakukan perjalanan ketika jalan raya diselimuti asap tebal : 1. Gunakan masker untuk menutup hidung sehingga asap tidak langsung tercium. 2. Gunakan kacamata untuk mengurangi rasa perih pada mata. 3. Gunakan jaket yang tebal untuk mengurangi rasa dingin. 4. Jangan lupa menyalakan lampu KBM agar keberadaan kita terlihat oleh pengendara lain. Kejadian yang sudah biasa terjadi tiap tahunnya ini memang tidak bisa dihindari, semoga kita bisa selalu berhati-hati saat berkendaraan dalam kondisi jalanan yang diselimuti asap tebal, amin.


Responses

  1. Sabar ya, wahai penduduk di sana…😦


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: