Posted by: nia | June 9, 2011

Dalam balutan Cinta biru

Malam belum beranjak terlalu jauh, di langit sana bulan masih sepotong dengan taburan bintang berkelap kelip. Walau bukan purnama, namun malam ini berasa lebih indah dan terasa romantis sekali. Setidaknya itulah yang Fitri rasakan, gadis bermata coklat dengan alis hitam bak semut berjejer rapi.Bibirnya yang tipis tersenyum manis menggambarkan kebahagiaan dan keceriaan hatinya, pelan-pelan ia menutup pintu pagar rumah tempat tinggalnya dan memasang gembok dan semenit berikutnya ia pun melangkah masuk ke rumah.

Deru mesin motor sayup-sayup semakin menjauh dan hilang dari pendengaran, Yandi sudah kembali ke rumahnya setelah tadi bertemu dengan sang pujaan hati. Lelaki bersahaja yang tiap kali keluar dari rumah selalu mengenakan jaket berwarna biru malam itu nampak begitu gembira, mungkin sama gembiranya seperti Fitri kekasihnya.

Kedua insan yang saling mencintai itu selalu berusaha untuk mensupport bakat dan hobby dari masing-masing. Seperti yang Yandi lakukan ke Fitri, ia baru saja memberikan surprise kepada gadis itu dengan dua buah novel terbaru, ya … novel “best seller” karya penulis terkenal nusantara.

===
Halaman demi halaman telah disantap oleh Fitri, novel setebal ± 400 halaman itu membuat matanya segar, tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 22.00 Wita. Namun alur cerita novel yang kental dengan nilai spritual itu benar-benar membuat Fitri tak berniat untuk tidur sedikit pun. Terkadang airmatanya berderai dan ia berhenti sesaat untuk menenangkan gemuruh jiwanya.

Cerita itu begitu menyentuh, cobaan dan cobaan yang terus menghampiri sang tokoh selalu dihadapi dengan lapang dada, tiada keluhan apalagi penghakiman terhadap sang pencipta. Bahkan ketika diakhir cerita si tokoh harus divonis menderita kanker hati, ia malah merelakan sang suami untuk menikah dengan seorang wanita mantan kekasih suaminya. Dan wanita mantan suaminya itu sempat menolak karena tidak ingin merusak kebahagiaan keluarga kecil tersebut, akhirnya karena cinta suami terhadap sang istri begitu tulus. Ia kemudian menuruti permintaan terakhir istrinya yakni menikahi mantannya setelah dirinya tiada.

===

Fitri tercenung, novel setebal itu selesai dibacanya ± 4 jam, dengan berbagai kecamuk jiwa dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Mengetahui akan jalan hidup seseorang, si pengarangnya sungguh berhasil membawa pembaca kepada situasi yang menyadarkan.

Tidak terkecuali dengan gadis bermata coklat itu, ia semakin menyadari bahwa rasa cintanya kepada Yandi semakin dalam. Rasa cinta yang harus dirotasi 180 derajat, yang harus berlandaskan cinta kepada sang khalik. Fitri semakin larut dalam nuansa biru perasaannya.

Ia pun kemudian beranjak ke pembaringan, merebahkan diri dengan relak. Matanya memandang langit-langit kamar, pikirannya mondar mandir mengulang kisah perjalanan hidup dan cintanya. Bagaimana selama ini banyak waktu ia lewati dengan kecanggihan teknologi. Hampir setiap waktu komunikasi selalu terjalin dengan Yandi, tinggal memencet keyboard komputernya atau tuts tuts di ponselnya saja maka ia tau kabar kekasihnya itu. Sungguh indah memang ..

Belum lagi ketika terlintas di pikirannya bagaimana internet telah membuat hari-harinya menjadi sibuk, bukan sibuk karena melakukan hal-hal yang bermanfaat… namun hanya sekedar konek ke situs jejaring sosial, dimana situs jejaring sosial itu telah dengan perlahan membuatnya semakin kecanduan.

Beruntunglah Fitri mencintai seorang lelaki seperti Yandi, yang selalu berusaha mengingatkannya bahwa semestinya manusia tidak diperbudak oleh teknologi. Lihatlah bagaimana hampir setiap kawan-kawannya di situs jejaring sosial meng-update status. Disadari atau tidak ternyata itu tidak lebih dari membuka sesuatu yang mestinya ditutupi. Ah, tapi siapa yang peduli? Itu kan tergantung penilaian orang. Gak usah mengurusi orang lain, begitu lah kira-kira yang ada dipikiran mereka.

Fitri perlahan memejamkan mata, “bismika Allahumma ahya wa bismika amutu”, bibirnya tersenyum melafazkan do’a dan jiwanya berlayar mengarungi mimpi indah tuk terbangun besok harinya dalam balutan cinta biru.


Responses

  1. lama tak bersua, saling menyapa bercanda ria dengan kawan2 blogger…hehe alhamdulillah🙂

    kenalin donk mba, amaa tu fitry….asik bget alis matanya bak semut berjajar rapi…ckckckckckckckc

    ===
    yoiiii .. lawas kd btamuan lahh

    hihihi, izul lah .. ayu ja mun handak bkanalan lawan si fitri ..🙂

  2. Berdoa sebelum tidur, jangan terlupa.

    ===
    Asop: Yoiiii .. Insya Allah ga terlupa


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: