Posted by: nia | June 6, 2011

Suatu Senja

Senja bersama semburat jingga dan segelas kopi hitam, soft drink dan cemilan kecil. Kami bertiga duduk santai di sebuah cafe lukisan, semacam kafe sekaligus menjadi galery  lukisan.

Di depan kami, nampak beberapa gerombolan ABG  sedang nongkrong di atas motor yang mereka parkir di tepi jalan. Mereka saling bersenda gurau, sekali-kali terdengar bunyi mesin motor menderu, satu atau dua ABG lain sedang lewat dan berlomba saling mendahului. Kebiasaan ngebut-ngebutan yang tak pernah lepas dari aktifitas anak muda jaman sekarang.

Kopi hitam yang tersaji di depanku perlahan ku seruput, terasa nikmat sekali. Sambil mataku tak lepas memandang sesosok  penjual pentol dengan gerobak kecil nan apik. Pembelinya tak pernah sepi, kadang satu atau dua buah motor singgah sebentar membeli pentol itu, begitu terus pembelinya datang silih berganti.

“Sepertinya dagangannya laku juga ya,” celetukku

“Iya, coba liat … gerobaknya bersih, penjualnya rajin bersih-bersih,” sahut Fillos.

Fillos adalah salah satu lelaki yang bersama denganku menikmati senja di cafe ini. Rambutnya yang agak gondrong dengan sedikit janggut menggantung di dagunya, serta lesung pipi yang senantiasa menggoda tiap kali tersenyum, membuat aku betah berlama-lama memperhatikan dia setiap kali berbicara.

“Betul sekali, kelihatan orangnya bersih-an,” timpal Roni sambil meneguk soft drink. Roni adalah teman Fillos dari kota tetangga, lelaki berperawakan agak gemuk dengan jaket kulit  baru saja survey tempat di kota ini untuk meeting dengan kliennya.

“Penjual pentol itu namanya Udin, dulu sewaktu masih muda kelakuannya sangat nakal,” Fillos mulai bercerita tentang penjual pentol itu.

“Masa sih,” tanyaku penasaran.

Lalu sambil menikmati minuman yang kami pesan, Fillos bercerita panjang lebar tentang masa lalu Udin. Sekali sekali aku dan Roni menimpali atau bertanya.

“Gerobak itu adalah bantuan dari seorang dermawan yang begitu memperhatikan keberadaan Udin di seputaran tempat itu, barangkali sang dermawan ingin berbuat sesuatu untuk bang Udin, sehingga terlintaslah pemikiran  memberikan bantuan berupa gerobak yang bisa digunakan untuk  berjualan pentol,” lanjut Fillos.

“Kalau gak salah pentol itu juga ada di simpang empat lampu merah,” sahutku lagi.

“Oh, bisa jadi Udin  mengambil persennya,” timpal Roni.

“Bisa juga begitu,” kata Fillos mengakhiri ceritanya.

===

Senja makin meredup, langit jingga perlahan berganti kelabu dan gelap menghitam. Meski hawanya masih terasa agak panas karena siang tadi matahari bersinar dengan teriknya. Akhirnya aku tertarik juga untuk mencoba mencicipi pentol bang Udin.

Aku berjalan hati-hati ke seberang tempat bang Udin mangkal, dengan penuh waspada kalau tiba-tiba ada anak muda yang ngebut seenaknya di jalanan.

Setelah membeli dagangan bang Udin itu, aku menunggu sesaat uang kembaliannya. “Hem, duit hasil berjualan ini ternyata lumayan juga,” gumamku dalam hati saat melihat beberapa uang ratusan ribu juga lima puluhan yang bersusun rapi dalam tas kecil tempat bang udin menyimpan duitnya. Seharusnya uang sebanyak itu jangan dijadikan satu untuk uang kembalian, uang untuk kembali alias uang kecil-kecil dipisah saja, untuk keamanan. Tapi mungkin bang Udin punya pemikiran lain, he he ..

Aku kembali ke kafe tempat kami bertiga duduk santai tadi, sambil membawa 2 mangkok tempat pentol yang kubeli. Senja berlalu bersama kumandang adzan mahgrib, seusai menghabiskan makanan dan minuman itu, kami pun beranjak pulang.

Suatu senja yang memberikan banyak kisah untukku, suatu senja yang indah bersama Fillos dan Roni. Kisah tentang bang Udin yang bekerja dengan sungguh-sungguh di masa sekarang, menebus masa remaja yang penuh kenakalan.


Responses

  1. Senja… sebuah peralihan ke malam hari.. gelap…😦

    ====
    He he .. kalau cuaca cerah biasanya senja jd indah


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: