Posted by: nia | April 9, 2011

Rumput Tetangga Memang Lebih Hijau

Setidaknya kalimat itu terpaksa saya katakan juga, bagaimana tidak!  Karena memang itulah yang saya lihat selama berminggu-minggu ini.

Bermula dari rutinitas saya yang berangkat dan pulang kerja melewati  jalan protokol, tepatnya jalan A Yani. Sehingga mau tidak mau, hal sekecil apa pun yang kebetulan sedang terlihat oleh saya, maka akan  menimbulkan pertanyaan, meski mungkin pertanyaan itu hanya dalam hati saya saja.

Kepadatan lalu lintas arah dan keluar kota Banjarmasin belakangan ini sudah semakin tinggi, sehingga betapapun lebarnya jalan akan terasa macet jika sedang  banyak pengguna kbm roda dua maupun roda empat. Apalagi jika melewati jalur kanalisasi roda dua.

Namun bukan itu yang ingin saya bahas di sini. Ketika beberapa waktu lalu, pelebaran jalan dilakukan sepanjang jalan A Yani, dibarengi dengan pembuatan median jalan yang cukup tinggi ( ±  setengah meter ), sehingga bisa ditanami berbagai jenis tanaman bunga maupun aneka pepohonan. Awalnya memang terlihat asri dan hijau, mungkin karena diurus dengan baik oleh pihak berwenang.

Berbulan-bulan terlewati, ada beberapa median jalan yang tamannya masih terurus dengan rapi, terutama dalam kota. Namun ada juga median  jalan terlihat sembrawut oleh rerumputan yang tumbuh subur, saking suburnya rerumputan itu membuat tanaman yang semula ditanam kalah tinggi olehnya.

Barangkali Anda adalah salah satu pengguna jalan yang akan memasuki kawasan jalan A Yani km 9.300 sampai km 8, atau sebaliknya…  sekali-kali cobalah lihat median jalan yang tamannya tak terurus lagi. Rumput tumbuh subur, tanaman yang sengaja ditanam justru tersisih oleh rerumputan, oh sungguh menjadi pemandangan tak nyaman.  Belum lagi tanaman yang sengaja ditanam itu kemudian menjalar dengan liar hingga ke aspal. Miris sekali melihatnya …

Dan jika diperhatikan dengan seksama, pemandangan itu akan berubah drastis ketika sudah berada di km 7.900, tepatnya setelah return U … median jalan sepanjang itu tamannya lumayan terurus meski masih kalah rapi dengan taman median jalan di dalam kota, tapi paling tidak masih membuat mata kita merasa nyaman untuk memandang.

Barangkali pemandangan itu akan segera berubah jika pihak berwenang peduli, apalagi kawasan itu adalah gerbang masuk ke kota Banjarmasin. Sangat disayangkan jika taman itu terus terlantar, disamping mengurangi keindahan pemandangan, kesannya juga kawasan itu tidak ada yang bertanggung jawab mengenai tata kotanya.

 

 

Setidaknya kalimat itu terpaksa saya katakan juga, bagaimana tidak!  Karena memang itulah yang saya lihat selama berminggu-minggu ini.

Bermula dari rutinitas saya yang berangkat dan pulang kerja melewati  jalan protokol, tepatnya jalan A Yani. Sehingga mau tidak mau, hal sekecil apa pun yang kebetulan sedang terlihat oleh saya, maka akan  menimbulkan pertanyaan, meski mungkin pertanyaan itu hanya dalam hati saya saja.

Kepadatan lalu lintas arah dan keluar kota Banjarmasin belakangan ini sudah semakin tinggi, sehingga betapapun lebarnya jalan akan terasa macet jika sedang  banyak pengguna kbm roda dua maupun roda empat. Apalagi jika melewati jalur kanalisasi roda dua.

Namun bukan itu yang ingin saya bahas di sini. Ketika beberapa waktu lalu, pelebaran jalan dilakukan sepanjang jalan A Yani, dibarengi dengan pembuatan median jalan yang cukup tinggi ( ±  setengah meter ), sehingga bisa ditanami berbagai jenis tanaman bunga maupun aneka pepohonan. Awalnya memang terlihat asri dan hijau, mungkin karena diurus dengan baik oleh pihak berwenang.

Berbulan-bulan terlewati, ada beberapa median jalan yang tamannya masih terurus dengan rapi, terutama dalam kota. Namun ada juga median  jalan terlihat sembrawut oleh rerumputan yang tumbuh subur, saking suburnya rerumputan itu membuat tanaman yang semula ditanam kalah tinggi olehnya.

Barangkali Anda adalah salah satu pengguna jalan yang akan memasuki kawasan jalan A Yani km 9.300 sampai km 8, atau sebaliknya…  sekali-kali cobalah lihat median jalan yang tamannya tak terurus lagi. Rumput tumbuh subur, tanaman yang sengaja ditanam justru tersisih oleh rerumputan, oh sungguh menjadi pemandangan tak nyaman.  Belum lagi tanaman yang sengaja ditanam itu kemudian menjalar dengan liar hingga ke aspal. Miris sekali melihatnya …

Dan jika diperhatikan dengan seksama, pemandangan itu akan berubah drastis ketika sudah berada di km 7.900, tepatnya setelah return U … median jalan sepanjang itu tamannya lumayan terurus meski masih kalah rapi dengan taman median jalan di dalam kota, tapi paling tidak masih membuat mata kita merasa nyaman untuk memandang.

Barangkali pemandangan itu akan segera berubah jika pihak berwenang peduli, apalagi kawasan itu adalah gerbang masuk ke kota Banjarmasin. Sangat disayangkan jika taman itu terus terlantar, disamping mengurangi keindahan pemandangan, kesannya juga kawasan itu tidak ada yang bertanggung jawab mengenai tata kotanya.

 


Responses

  1. umpat bailang….he…he… mantap tulisannya…

    ===
    makasih udah bailang ..🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: