Posted by: nia | February 28, 2011

pdam OH pdam

Pernahkah Anda mengalami kejadian  air ledeng dari  PDAM tiba-tiba tidak  mengalir selama 12 hari, padahal Anda adalah salah satu pelanggannya? Ditambah lagi Anda tidak tau kapan air ledeng itu akan mengalir lagi setelah berlalu 12 hari.

***

Itulah yang saya alami selama 12 hari ini, mungkin ini juga dialami oleh sebagian  kecil warga Banjarbaru yang kebetulan air ledengnya sealiran dengan pipa yang menuju ke kediaman saya.

Alasan klasik yang saya dengar adalah bahwa irigasi sedang dikuras oleh dinas PU, sehingga PDAM tidak bisa mendistribusikan air  ledeng tersebut kepada para pelanggannya. Lalu muncul pertanyaan di benak saya, kenapa persediaan air PDAM harus tergantung dengan irigasi milik PU? Kenapa PDAM itu ga punya persediaan air milik sendiri? Rasanya kok jadi aneh ya … Lantas, kalau misalnya PU sendiri memutuskan untuk tidak mengaliri irigasi itu dalam waktu tak terbatas, bagaimana nasib pelanggan PDAM seperti saya? Apakah selama itu  juga tidak bisa memperoleh suply air ledeng lagi?

Sebenarnya di kediaman saya sudah ada sumur yang kalau untuk menggunakan air sumur itu harus nyedot pakai jasa PLN, masalahnya sekarang adalah sumur itu kadang juga tidak bisa terus disedot karena airnya sempat abis alias sumur sedang kering. Saya belum tau persis kenapa itu bisa terjadi.

Beruntung sekali, saat ini PLN sedang baik hati … tidak mengadakan pemadaman listrik secara bergiliran, sehingga saat digunakan untuk menyedot air sumur yang kebetulan ada airnya, saya  tidak mengalami kendala. Setelah PLN sempat membuat saya bikin postingan ini, sekarang PDAM juga membuat saya curhat lagi di sini.

Jika ada penyedia jasa air bersih selain PDAM, barangkali kejadian seperti ini tidak perlu terjadi. Seperti halnya di dunia pertelekomunikasian, yang tidak lagi didominasi oleh perusahaan perplat merah, tentunya setiap orang berhak memilih sesuai dengan servis yang diberikan oleh penyedia jasa itu. Namun untuk masalah air ledeng ini mungkin tidak bisa berharap banyak ada perusahaan selain yang saya sebutkan di atas.

Entah karena tidak tau harus mengadu kemana, atau justru bosan mengadu karena tidak ada tanggapan dari pihak yang bertanggung jawab akan kelancaran supply air bersih, atau juga karena sebagian kecil warga Banjarbaru yang bernasib sama seperti saya telah memiliki cadangan air bersih selain air ledeng yang dari PDAM, akhirnya kejadian menyedihkan ini tetap saja berlangsung. Sampai kapan semua ini akan kembali normal, hanya keterbukaan PDAM  tentang ketidak berdayaan menyediakan bahan baku  air yang bisa menjawabnya. Tidak semata-mata menjadikan PU sebagai alasan. Dohhhh !

***

Saya jadi teringat dengan cerita kawan, yang tinggalnya di Banjarbaru juga. Katanya air ledeng di rumahnya sempat macet selama 4 hari, kemudian ia langsung mendatangi kantor PDAM yang tidak jauh dari rumahnya. Terus oleh petugas di sana, kawan saya itu dimintai alamat lengkap, dan sampai sekarang air ledeng lancar kembali. Trus, kalau saya juga berinisiatif mendatangi kantor PDAM itu, apakah air ledeng di rumah saya akan kembali normal ya?:mrgreen:


Responses

  1. he,,he,,,asal jangan mandi air galon aja…! tapi untung di BJB sumur rada2 aman….!

    ===
    inggih, kada sanggup mun mandi pakai air galon bang ai …

    skrg ledengnya dah ngalir pang … alhamdulillah🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: