Posted by: nia | February 14, 2011

Kisah Cinta Dua Episode

Desiran angin menyapa lembut wajah ganteng pemuda berambut agak gondrong itu, sesekali asap tipis berbau menyengat mengepul ketika sebatang rokok lepas dari tempat bertengger di antara bibirnya yang berwarna beku. Isi secangkir kopi  telah habis separo direguknya,  bersama Vikram teman semasa kecilnya ia duduk di teras rumah yang begitu asri, biar pun siang hari itu begitu menyengat … namun rindangnya pohon jambu air yang sedang berbunga di halaman rumah ternyata mampu meredam rasa gerah yang melanda.

“Vik, kita hitung dari sekarang berapa bulan semenjak Romy menikah dengan Winda hari ini, ia akan memiliki baby,” ucap Abdi dengan wajah serius.

Abdi, lelaki berambut agak gondrong dengan kulit putih serta bertubuh kekar , disamping terbiasa cuek  kepada lawan jenisnya, dan satu hal yang patut ditiru adalah ia sangat teliti terhadap  sesuatu. Sampai-sampai ketika surat undangan bersampul pink yang tertera nama Romy dan Winda pun jadi sasaran ketelitiannya.

***

Semenjak duduk di bangku sekolah menengah pertama, Abdi satu kelas dengan Romy, Sisil, Winda dan Cupid. Selayaknya anak seumuran mereka, tentu saja keakraban begitu terasa. 3 tahun satu sekolah membuat kelima pelajar itu mengenal pribadi masing-masing, bahkan mereka kerja kelompok di rumah secara bergiliran, pun dengan orang tua kawan dianggap seperti orang tua sendiri.

Selepas dari bangku SMP, cuma Cupid yang melanjutkan sekolah keperawatan, sementara empat orang temannya masih tergabung lagi dalam satu sekolah di SMA Favorit.

Sebuah nuansa cinta tak terungkap mewarnai nostalgia bangku SMA, Romy diam-diam menyukai Sisil yang tak lain adalah temannya semenjak SMP dulu. Sisil adalah seorang gadis bertubuh molek dengan warna kulit kuning langsat, rambutnya hitam bergelombang dengan bibir memerah walaupun tanpa olesan lipstik. Memang tiada cela untuk gadis seperti Sisil ini, selain otaknya yang encer. Orang tua Sisil adalah salah satu pejabat di lingkungan kantor provinsi. Biar pun begitu, Sisil tak pernah sombong. Jadilah ia disukai banyak pemuda, dan tentunya dari berbagai sekolah.

Seperti matahari yang selalu setia menjemput sang rembutan di awal pagi, seperti itulah kira-kira yang terjadi pada Romy, ia berusaha mendapatkan hati Sisil dengan segala kemampuannya. Namun hati Sisil seolah terbuat dari tumpukan bebatuan, sulit sekali untuk ditembus walau oleh tetes air sekalipun. Hingga pengumuman kelulusan di bangku SMA, cinta Romy kepada Sisil tak pernah berbunga di taman yang mewangi.

Sisil kemudian memilih untuk melanjutkan ke Fakultas Kedokteran, sementara Abdi, Romy dan Winda kembali bertemu di bangku kuliah dengan mengambil jurusan Teknik  Sipil masih di kampus kota A.

Berpisah dengan Sisil membuat Romy menjadi seorang yang berubah drastis, tak dipungkiri kalau wajah Romy ganteng. Mirip aktor Rezky Aditya, mungkin  kalah dinasib saja. Ketika Rezky Aditya menjadi model, Romy cuma bisa menjadi seorang mahasiswa yang suka gonti ganti cewek.

Suatu ketika… libur kuliah  semester ganjil, alumnus SMA Favorit mengadakan reuni. Tak ketinggalan Sisil pun hadir, ia kembali berjumpa dengan Romy yang sekarang menjelma menjadi sosok perayu ulung. Melihat gadis yang pernah membuat cintanya berbunga meski belum sempat mewangi, timbul keinginan di hati Romy untuk kembali menggodanya. Ah, cuma sekedar menggodakah? Apakah ada keinginan untuk memiliki seperti masa SMA dulu?

Sejak reuni itu, hubungan Romy dan Sisil kembali dekat. Perlahan-lahan hati Sisil yang dulu sekeras batu, luluh oleh kata-kata manis Romy, bukan Romy namanya jika tak bisa menaklukan seorang Sisil. Gadis cantik itu akhirnya jatuh cinta kepada kawan SMAnya itu. Bunga-bunga cinta bersemi di hati kedua insan berlainan jenis itu.

Jauh di lubuk hati Romy, ia merasa bangga bisa menjadi menjadi kekasih Sisil. Tapi disisi lain, naluri lelakinya yang telah terbiasa bermain dengan perasaan wanita telah mengobrak abrik akal sehatnya. Cinta tulus Sisil dibalas dengan perselingkuhan Romy kepada Winda.

***

Abdi memandangi undangan pernikahan Romy dan Winda, sebuah undangan bersampul warna pink dengan foto prewedding yang sangat biasa, kalau tidak ingin dikatakan terburu-buru.

Bagaimana pun, Abdi adalah salah satu saksi perjalanan cinta Romy yang penuh liku dan berbalut rayuan maut kepada pada para cewek. Hingga pernikahan Romy dan Winda yang begitu tiba-tiba telah membuatnya berpikiran terlalu jauh. Sementara Sisil sendiri sama sekali tidak pernah tau bahwa ternyata Winda adalah selingkuhan Romy.

***

Hari itu, resepsi pernikahan yang mendadak dilangsungkan telah mencabik-cabik perasaan Sisil, ia sama sekali tidak menyangka kalau Romy yang masih berstatus kekasih  tega meninggalkannya dan menikahi gadis lain. Dan gadis itu kawannya sewaktu SMP!  Hancur sudah kepercayaan Sisil terhadap laki-laki. Tapi ia juga tidak bisa mendustai perasaannya bahwa cinta untuk Romy masih berakar dalam hatinya, sungguh sulit menghapus cerita indah bersama Romy.

***

Dengan rasa kecewa yang begitu mendalam, Sisil berusaha bangkit dan menata kembali kehidupannya. Persis 3 bulan setelah pernikahan Romy, tiba-tiba lelaki itu meminta untuk bertemu dengan Sisil. Antara kebencian yang teramat sangat dan sisa cinta yang masih terpatri di hati. Akhirnya Sisil pun mengabulkan permintaan Romy untuk bertemu.

***

Jalan protokol yang lebarnya ± 7 meter, sebuah mobil Avanza biru malam meluncur perlahan. Romy yang bertindak sebagai driver tidak berusaha untuk memacu kencang mobilnya. Di sebelahnya duduk seorang gadis berbaju merah dengan rambut dibiarkan tergerai menutupi sebagian wajah pucat tanpa make up itu.

“Sil, maafkan aku karena telah menyakiti hatimu. Aku terpaksa menikahi Winda karena ia mengandung anakku,” ucap Romy tertahan.

“Deg …” serasa berhenti denyut nadinya Sisil mendengar pengakuan Romy itu. Ia terdiam tanpa bisa berkata apa-apa, luka hatinya semakin menganga. Tak disangkanya Romy mampu berbuat seperti itu justru pada saat mereka masih menjalin hubungan percintaan.

“Nanti setelah anak itu lahir, kalau ia adalah seorang bayi laki-laki, aku akan kembali kepadamu,” lanjut Romy lagi.

Seketika mata bulat Sisil tak berkedip, ia tak percaya dengan kata Romy barusan.

“Gila kamu,” ucapnya lantang.

“Aku tidak mencintai Winda, Sil!”

“Kalau kamu tidak mencintai Winda, kenapa kamu melakukan perbuatan itu,” sengit Sisil.

Romy terdiam, ia telah kehabisan kata-kata. Dibiarkannya Sisil hanyut dalam gemuruh kemarahan yang tertahan. Tidak ada lagi kata sakti yang bisa membuat hati Sisil mereda.

***

4 bulan kemudian …

Seorang bayi laki-laki yang lucu lahir ke dunia ini, Romy telah menjadi seorang ayah. Ia ingin bertemu dengan Sisil untuk membuktikan kata-katanya  kembali ke pelukan gadis itu. Hidup bersama dengan binar-binar cinta sebelum terjadi pernikahan dadakan yang telah merengut kebahagiaan Sisil.

***

Kota C, semenjak pernikahan Romy.  Sisil bertekat membuang jauh perasaannya terhadap laki-laki itu. Itu pula sebabnya ia memutuskan untuk pindah ke kota C, meninggalkan segala kenangan yang ada dan memulai menapak kehidupan baru. Tapi tetap saja bayangan kenangan indah bersama lelaki yang membuatnya jatuh cinta dan kecewa itu tak bisa lepas dalam ingatannya.

Seorang pemuda kaya bernama Raka, tinggal di kota C. Ia jatuh cinta kepada Sisil sejak pertama kali bertemu di bandara. Mulai saat itu ia berusaha mencari informasi tentang siapa Sisil dan keluarganya, hingga kisah percintaan Sisil dengan Romy pun didapatnya. Seakan tidak perduli dengan masa lalu Sisil, Raka mencoba mendekati gadis itu. Dengan kekayaan yang ia miliki, akhirnya Sisil berhasil dilamarnya.

Dalam kebimbangan yang mendalam, juga karena merasa sakit hati terhadap Romy, Sisil menyerahkan seluruh rencana pernikahan itu kepada keluarganya dan keluarga Raka.  Sebulan sebelum pernikahan, Sisil kembali ke kota kelahirannya. Ia sebenarnya ragu untuk menikah dengan Raka.

***

Kota A, di kota kelahirannya Sisil. Sisil memutuskan untuk bertemu dengan Romy, tidak untuk mengabarkan rencana pernikahannya dengan Raka melainkan sekedar melepaskan rasa rindu. Sungguh ia rindu dengan Romy yang sekarang telah menjadi suaminya Winda.

Kisah cinta episode kedua berawal di sini, meski sebenarnya kisah cinta itu terlarang namun Romy menjadi mabuk kepayang oleh cinta  Sisil. Tak ada yang tau hubungan terlarang itu, begitu pula dengan Raka.  Barangkali cinta mendalam telah membutakan hatinya tentang Sisil.

Di rumah, hari ke hari hubungan Winda dengan Romy semakin renggang, sering terjadi pertengkaran antara mereka berdua. Mungkin sebagai istri Winda merasa kalau suaminya telah bermain mata dengan cewek lain, apalagi ia sadar Romy menikahinya karena terpaksa.

Seminggu menjelang pernikahan Sisil, gadis itu kembali ke kota C. Ia masih menyimpan rapat-rapat rencana pernikahan itu dari Romy. Sampai berpisah dengan Romy yang telah mengantarkannya ke bandara, Sisil tetap tak bicara tentang hal itu. Pelukan terakhir Romy melepaskan kepergian Sisil menuju kota C.

***

Teman semasa SMP, Cupid saat ini berada di kota A setelah bertahun lamanya menuntut ilmu ke pulau seberang. Kedatangannya kali ini disambut dengan sebuah kartu undangan dari Sisil. Bergegas ia menemui Romy sambil mengge nggam undangan itu, Kisah cinta antara Sisil dan Romy sama sekali tidak diketahui oleh Cupid.

Kaget, serasa tak percaya dan kecewa berbaur di hati Romy ketika mengetahui berita pernikahan Sisil. Lelaki itu tak rela wanita yang dicintainya menikah dengan orang lain disaat mimpinya untuk hidup bersama telah ia rintis kembali.

Sehari menjelang pernikahan Sisil, Romy terbang ke kota C. Ia bertekad untuk merebut Sisil dari Raka dan pernikahan itu tidak boleh terjadi. Segala rencana ia susun. Termasuk menginap di hotel tempat pesta pernikahan itu akan dilangsungkan. Di hotel itulah Romy memulai rencananya untuk menggagalkan pernikahan itu.

***


Categories