Posted by: nia | February 11, 2011

11022011

Umpan buatan untuk mancing ikan

Jadi ceritanya begini, siang itu kebetulan sudah waktunya istirahat. Berhubung hari Jum’at saya memutuskan untuk tetap berada di kantor saja. Kemudian saya pun beranjak ke sebuah ruangan yang bisa jadi tempat selonjoran. Kalau bisa terlelap sebentar lebih baik … he he he

Di ruangan itu masih tersisa seorang kawan, saya pun bilang ingin istirahat dan makan siang di situ. Kawan itu pun mengiyakan, jadi lah saya selonjoran dengan nyamannya.

Tiba-tiba kawan saya tadi mengeluarkan kardus yang lumayan besar, saya pikir itu berisi jumper-jumper yang ga kepakai lagi. Saya tak memperdulikannya, namun ketika saya perhatikan dengan seksama, ternyata itu bukan jumper-jumper bekas, jadi penasaran. Akhirnya saya mendekat ke arah kardus yang sedang dibongkar oleh kawan.

Hem, rupanya itu adalah sejenis mainan. Eh, bukan … itu seperti lur/poper atau umpan buatan dengan bentuk berbagai jenis ikan. Wow, keren-keren ternyata! Katanya sih itu umpan palsu buat mancing ikan di laut.

“Ini kiriman kawanku yang tinggal di Jepang,” ucap kawan saya.

“Bagus-bagus ih,” sahut saya lagi.

***

Lalu kawan saya bercerita sedikit tentang kenapa ia bisa dikirimi barang-barang itu. Jumlahnya lumayan banyak lho … saya sungguh berminat, “bisa dibikin gantungan kunci nih” gumam saya dalam hati. Maklumlah saya suka sekali dengan gantungan kunci.

“Satu dong buat gantungan kunci,” akhirnya saya berucap juga sambil bercanda.

“Jangan, aku sudah diberi pesan oleh kawanku yang mengirimi itu supaya ini jangan dikasih ke siapa-siapa.”

“Loh kenapa? Kan banyak nih.”

Biasanya kalau saya punya banyak barang sejenis, saya suka bagi-bagi kepada kawan. Itung-itung buat kenang-kenangan, kecuali kalau hanya satu-satunya, baru mikir untuk menyimpan. Saya kira, kawan saya itu juga sama pikirannya seperti saya. Tapi mendengar “jangan” dari mulutnya, saya pun tidak memaksa.

Kawan saya itu terlihat ga enak, lalu dia melanjutkan ceritanya bahwa barang-barang itu sebenarnya ingin ia pasarkan di sini. Xixixixixi … oalahhhhhh, kalau tau seperti itu saya kan ga mikir minta gratisan:mrgreen: . Kirain tadi dikirimi buat disimpan.

Dia bilang “ini harga Rp 200 ribu loh, asli impor. Kena bea cukai … bla … blaaaaaaaaaaaaaaa”. Dia bercerita dengan terus terang, ga seperti cerita awalnya tadi.

===

Xixixixi … saya ngikik dalam hati 😛😛 malu juga:mrgreen:

 


Responses

  1. Mun selarang itu harga umpannya, baik nukar iwaknya ja langsung. Bah, kanyang banar tu pang 200ribu tu mun ditukarakan ka patin. haha…

    ====
    Hi’ih … bujur Zian ai .. tuhuk tu pang makan iwaknya lah

  2. numpang nongol……siapa tahu bisa dapat gratisan kalo dipromosiin lewat blog ini…heheheee….itung2 rencana buat dijadiin gantungan kunci tercapai….wkwkwkkk…

    ===
    he he .. makasih yaaa
    btw, suka gantungan kunci ya??

  3. 27 04 2009 04 55 wita ..Menyusuri sejumlah sudut di Kota Surabaya mungkin bukan suatu hal yang baru bagi saya demikian pula halnya dengan menginjakkan kaki di Hi-Tech Mall itu sudah kerap kali saya lakukan. Surabaya dan Hi-Tech Mall itu..Karena baru beberapa hari yang lalu untuk yang pertama kalinya saya menginjakkan kaki sekalian duduk -duduk di markas kawan-kawan yang merupakan Komunitas Blogger Surabaya yang berada di Hi-Tech Mall itu.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: