Posted by: nia | January 26, 2011

Tentang Berbagi

Percakapan ini terjadi pada suatu pagi, di sebuah ruko tempat orang jual aneka gorengan. Secara tak sengaja saya bertemu seorang teman lama, ga terlalu akrab juga sih sebenarnya, namun karena kebetulan sedang sama-sama menunggu gorengan yang sudah kami pesan sebelumnya. Akhirnya kita berdua ngobrol, dari obrolan itu lahirnya sebuah curhatan teman saya itu tentang seorang temannya yang dengan menyedihkan harus resign dari tempatnya bekerja.

Kejadian itu terjadi beberapa bulan lalu, sebut saja si “E” teman yang dimaksudkan oleh teman saya itu dipindahkan ke divisi lain karena alasan yang tidak bisa disebutkan di sini. Sebagai orang baru di ruangan kerjanya dengan pekerjaan yang baru kali itu dipegang oleh E, tentu saja orang lama harus mau berbagi ilmu, apalagi sebelum dipindahkan ke divisi itu si E sama sekali tidak dibekali pelatihan apapun tentang pekerjaan barunya. Latar belakang pendidikannya yang dari bangku SMU harus mengurusi soal pajak, wuih … bisa dibayangkan betapa memusingkan sekali.

Adapun orang lama, sebut saja I adalah orang yang ahli soal pajak di kantor itu … seharusnya ia bisa membatu supaya E bisa cepat menyesuaikan diri dengan pekerjaan barunya, supaya E bisa betah bekerja. Namun sayang sekali, si I malah ga peduli, pertengkaran demi pertengkaran terjadi yang mengakibatkan si E tidak tahan lagi dan memilih resign dari tempat kerjanya itu. Memang tidak bisa disalahkan sih, barangkali dulu si I juga diperlakukan hal yang sama oleh seniornya … he he jadi ingin balas dendam. Si E juga mestinya kalau tidak bisa belajar dari seniornya si I, ia bisa ngambil kursus atau apalah yang bisa menambah pengetahuan tentang pekerjaan barunya, tujuannya supaya ia cepat menguasai pekerjaan dan tidak mengandalkan si I untuk mau ngajarin dia.

***

Di lain waktu, seorang Bapak bertanya tentang cara penggunaan salah satu aplikasi. Padahal yang ditanyakan itu  begitu mudah dan harusnya setiap orang yang berada di bagian tersebut harus sudah familiar dengan aplikasi itu. Tapi ntah apa yang terjadi dengan si Bapak sehingga ketika orang lain sudah berlari, beliau baru belajar berjalan .. he he, parahnya lagi ketika ditanyakan kenapa baru ingin belajar, jawabannya justru kawan yang sudah lebih dulu paham ga mau ngajarin. Wahhhh … sudah dong ya kalau begitu!

***

Berkaca dari dua kejadian di atas, saya jadi ingat … dahulu setiap ada yang  pelatihan  saya berusaha untuk memahami materi yang berikan. Karena itu pasti akan berguna suatu saat nanti, pernah juga saya langsung bertanya kepada instrukturnya di waktu senggang jika belum paham betul. Yang penting tidak malu bertanya  ketika kita memang belum paham dengan apa yang kita dengar atau lihat.

Pernah juga saya dipaksa untuk mengerti ketika harus ditutor dari jarak jauh by phone, sehingga pada akhirnya bisa paham jika menemukan hal seperti itu lagi. Dan setiap kali mendapat ilmu baru itu, saya sangat berterima kasih. Sampai sekarang setiap bertanya tentang hal yang belum saya pahami, tentang hal apapun dan ke siapapun biasanya langsung diajari.

Kenapa saya memperoleh kemudahan ( semoga untuk selamanya ) jika sedang mengalami kesulitan, terutama tentang hal-hal yang berkenaan dengan pekerjaan? Kuncinya adalah jangan pelit untuk berbagi ilmu dalam keadaan apapun. Saya adalah termasuk orang yang suka melihat orang lain berhasil, kalau bisa membantu dengan pemikiran pasti saya lakukan. Karena saya juga mendapatkan hal yang sama dari orang lain, ilmu itu tidak akan berkurang kalau disebarkan, malah akan nambah. Sebaliknya ilmu justru akan mandeg sampai disitu kalau kita pelit.

Sebenarnya banyak lagi yang bisa kita ambil contoh tentang berbagai kejadian di sekitar kita, bukan hanya tentang ilmu … rejeki juga, jika kita sering bersedekah asal tidak bertujuan untuk pamer, Insya Allah rejeki akan mengalir terus. Di atas dari semua itu, yang paling saya ingat adalah apapun yang kita punyai saat HIDUP  ini hanyalah sementara, titipan dari ALLAH. Jadi selagi kita masih diberi kesempatan untuk memiliki, manfaatkanlah sebaik-baiknya supaya kelak di akhirat kita bisa bertanggung jawab atas semua titipan itu.🙂

 

 


Responses

  1. Intinya, untuk mengerjakan sesuatu setiap orang harus menguasai ilmunya, kalau belum menguasai ilmu dari pekerjaan yang akan dikerjakan, mending belajar aja dulu.. ga usah ikut ngerjain (takut salah)

    ====
    Harusnya gtu, tapi hanya ada segelintir yang mau belajar lagi :mrgreen: he he

  2. betul…..asal yang di beri ilmu itu mau…..hehehehehe…

    ===
    sip .. bujur bang ai, ada jua nang kada hakun dibari ilmu lah .. he he🙂

  3. Lama neh saya gak bersinggah disini..
    kangen ama kawand-kawand blogger..
    gmn pny kbar??

    SALAM BERKAWAND🙂

    ===
    Tks sudah singgah .. sy kabar baik, semoga Anda juga demikian🙂

  4. Bener mba, sebenarnya nga ada ruginya juga kalau kita belajar dari yang bukan bidang kita. kan nambah pengetahuan, hehe. duh lama nga berkunjung.

    ====
    Iya … betul Wan, lagian kan gratis juga .. he he
    Sekarang dah bisa berkunjung yaa🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: