Posted by: nia | January 18, 2011

Buah Kalangkala

Beberapa hari lalu, setelah menikmati ademnya  kota Banjarbaru, saya berniat untuk pulang ke Banjarmasin. Sebelum pulang, penghuni rumah di Banjarbaru sedang rame berada di kebun, sedang saya masih saja asik pencet-pencet hape untuk sekedar browsing dan baca-baca berita.

Tak lama, semuanya kembali masuk rumah sambil membawa beberapa puluh biji buah. Buah itu bulat berwarna merah muda dan sebagian lagi hijau agak putih, kulitnya begitu licin. Agak besar dibanding buah sejenis itu yang biasa saya temui di pasar pada waktu tertentu. Buah itu sering disebut buah “Kalangkala”, salah satu tumbuhan hutan Kalimantan yang sengaja ditanam di kebun untuk diambil buahnya, rasa buah ini enak banget. Biasanya dimakan untuk lauk saat makan nasi, bisa juga dimakan tanpa nasi.

Sebagian besar dari kita mungkin ada yang tidak tau tentang buah ini, karena buah ini termasuk langka dan berbuahnya pun musiman. Cara mencicipi buah ini sangat gampang, caranya : setelah buah dipetik dari pohon atau dibeli di pasar, bersihkan terlebih dahulu buah itu satu persatu dengan air bersih,  lepaskan tangkai buahnya. Kemudian masukkan ke dalam mangkok, setelah mangkok terisi dengan buah … tuangkan air hangat sampai buah “Kalangkala” tadi dalam posisi terendam. Diamkan selama 1 jam atau lebih lama sesuai keinginan, jangan lupa dikasih garam  secukupnya saat merendam tadi. Dan tibalah waktunya buah Kalangkala masak yang sudah direndam tadi siap untuk dihidangkan, ambillah satu persatu … bisa langsung dimakan bersama kulitnya, tapi jangan sampai ketelan bijinya ya🙂

Ada juga yang menambahkan bawang sebagai pelengkap penyajian, tapi untuk saya pribadi cukup hal di atas saja. Berhubung buah yang dipetik itu 2x lebih besar daripada yang di pasaran, daging buahnya juga tebal dengan biji yang agak kecil. Tentunya untuk menghabiskan 5 biji saja sudah puas rasanya. Oh iya, daging buah Kalangkala ini lembut sekali. Mirip dengan buah Alpukat. Warnanya agak cream karena sudah masak dan direndam ke dalam air hangat tadi.

Di bawah ini adalah gambar pohon Kalangkala yang sedang berbuah ( foto diambil di kebun belakang rumah ), Kalangkala ini dikenal dengan  nama Kalangkala Papan karena bentuk buahnya yang bulat besar, daging buah yang tebal serta bijinya kecil. Berbeda dengan buah Kalangkala yang sering kita jumpai di pasar-pasar tradisional.

Pertama kali mengenal buah ini sejak saya masih duduk di bangku sekolah dasar, saat itu abah saya sangat suka memakan buah “Kalangkala”, biasanya bertepatan dengan bulan puasa buah ini berbuah, jadi abah saya memakannya sebagai lauk saat sahur . Sedangkan saya puluhan tahun kemudian baru doyan makan buah ini. He he …

Bagaimana dengan Anda? Tau tentang buah ini? Pernah memakannya? Tentu sudah bisa merasakan nikmatnya bukan? Bersyukurlah saya yang hidup di bumi Kalimantan yang hasil tumbuhan hutannya masih bisa dinikmati meskipun dalam waktu-waktu tertentu saja. Mudah-mudahan saja pohon ini bisa tetap hidup dan akan memberikan hasil kepada generasi selanjutnya. Amin


Responses

  1. saya juga ga pernah makan, walau pernah liat, haha

    ===
    xixixixi .. pasti gara² buahnya ga menarik ya Wym?

  2. Kalangkala sama simalakama ada hubungan lah yu?
    *eitu rumah siapa yang ada kebun dan pohon kalangkala-nya? Sepertinya saya kenal..:mrgreen: *

    ===
    keknya sih ndak ada hubungannya bang😀, tar deh kalau sudah di bjm lagi pian coba dulu gimana itu buah kalangkala ( mudahan masih musimnya)

    *oh itu .. itu mungkin rumah yang di ujung bang*

  3. penasaran ih wan rasanya…lagi kakanakan suah malihat tapi kada wani mauntalnya…jer urang buah ular..takutanai sorang

    ====
    Yaaah … jaka masih bebuah kawa pian merasani, ampih penasaran, buahnya dah habis pang bang ai ..
    ulun hanyar tahu kalau kalangkala itu disambat buah ular …🙂 he he he

  4. titik liur nah mandangar kesah acil, apa lagi di picik akan lombok parawit, mmmmm nyam-nyam, kalangkala bakuah.

    ====
    he he .. inggih bujur banar, nyaman tu pang lah .. he he🙂

  5. ini nah aq lg himung banar,imbah 7th mnanam bijinya,wyhni mulai bkembangan.

    ===
    Nyaman lah beisi sorangan pohonnya .. he he

  6. ulun handak penelitian tentang kalangkala, kawalah seumpamanya umpat moto dan ngambil sampel daun, buah dan kayu kalangkala wadah pian…?
    Kalau bisa mohon dibalas ke email saya
    jakadj2010@gmail.com

    ===
    Pian dimana tinggalnya? kalau di seputaran Banjarbaru .. bisa kontak ke imel ulun sebukit@gmail.com

  7. Mohon dikirim alamat penjual buah kalangkala dipalangkaraya.Mohon izin untuk melestarikan pohonnya.Soalnya aku dan orang tuaku doyan banget ! Enak…mhm..

    ==Mohon maaf, sy tinggalnya di Banjarbaru Kalsel, kalau Palangkaraya itu di Kalteng, ± 200 km dari tempat tinggal sy.🙂

  8. Dear Nia,
    saya tertarik dng cerita anda dan saya sdh lama mencari buah tersebut dan ingin sekali mnecoba namun posisi saya di jakarta, apakah Nia ada contact yg bisa di hubungi untuk pemesanan buah kalangkala ini?
    Thanks
    Tita

    ===
    Kebetulan di rumah pohon kalangkala ini baru berbunga lagi, beberapa waktu yang lalu sempat berbunga juga namun gagal karena hujan. Anda bisa kontak ke imel sy sebukit@gmail.com. Tks

  9. Akayakayyay…..lawasnya unda kada suah lagi mamakan buah Kangkala( damintu pang paninian bahari di Tambilahan manyambatnya) bukan haja urang Banjar nang katuju mamakanya-burung Anggang gen katuju banar jua….hehehe

  10. Makasih atas infonya , Adria


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: