Posted by: nia | January 12, 2011

Pagi yang tak biasa

Sebenarnya jika sudah terbiasa akan sesuatu, dan  tiba-tiba sesuatu itu tidak lagi terlihat atau dirasakan. Rasanya ada yang kurang … ntah itu merupakan hal penting maupun hal yang biasa saja. Jika hal yang penting, tentu kehilangan itu begitu mendalam dan sulit untuk dilupakan. Namun jika itu cuma hal biasa, akan begitu mudah terlupakan meskipun tidak akan bisa lenyap selamanya.

Seperti tadi pagi, setelah ± setahun lamanya kanalisasi roda dua di jalan A Yani simpang 4 Gatot Subroto sampai depan RRI  (arah kota) diterapkan, tiba-tiba tadi pagi rambu-rambunya itu sama sekali tidak ada, justru banyak pak polisi yang berdiri menggantikan posisi rambu-rambu tersebut. Saya pikir mungkin rambu-rambu itu sengaja belum diletakkan, namun ketika melirik jam di tangan sudah menunjukkan pukul 07.30 Wita, kemungkinan memang pagi ini tidak ada rambu-rambu kanalisasi itu.

Selama ini, ketika melewati jalur kanalisasi itu masih sering saya jumpai pengendara roda dua yang menyerobot jalur roda 4. Alasan yang paling mudah dikatakan adalah jalur roda 4 lebih lancar ketimbang jalur roda 2, bisa melaju diatas kecepatan 60km/ jam. Sedangkan untuk jalur roda 2 paling banter 40 km/ jam bahkan dibawah itu. Sehingga waktu perjalanan untuk sampai ke tujuan lebih lama.

Dengan bergantinya rambu-rambu itu dengan pak polisi, otomatis pengguna roda 2 akan lebih berdisiplin. Tidak akan berani sembarangan menyelinap di  jalur roda 4, ini merupakan bukti kalau sebenarnya peraturan akan dipatuhi jika kepepet. Atau kalau pun dipatuhi, pasti yang mematuhi itu memiliki kesadaran sendiri akan peraturan yang berlaku.

Satu hal lagi, meski sudah berada di jalur kanalisasi roda 2 … masih saja ada pengendara yang nekad untuk mencet-mencet hp tanpa peduli bahwa sebenarnya itu sangat membahayakan dirinya sendiri dan orang lain. Bahkan ada juga yang mengendarai roda 2 itu sambil ngobrol dengan pengendara lain. Wah … kalau sudah begini, jalan raya serasa milik mereka deh. Bagi pengendara lainnya yang ingin mendahului, terpaksa masuk ke jalur roda 4, trus gimana dong kalau sudah begini? bunyiin klakson kencang-kencang saja kali ya biar mereka tau bahwa di belakang mereka masih ada pengguna jalan raya selain mereka.

Yang jelas, keselamatan di jalan raya harus menjadi prioritas utama. Karena bagaimanapun juga meminimalisirkan lakalantas bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, kita sendiri pun sebagai pengguna jalan harus peduli akan itu. Tidak ada yang ingin mengalami musibah saat bepergian. Untuk itu, marilah sebelum bepergian kita berdoa, hati-hati di jalan, ta’ati peraturan lalu lintas, dan ingat kata-kata bijak ” biar lambat asal selamat” jangan suka ngebut di jalan raya🙂


Responses

  1. itulah watak berbagai macam manusia, hehehehe

    klo menurut aku, contohlah kota samarinda yang tanpa pengawalan pak polisi tp pakai cctv.hehehhe…

    terserah sapa yang mau melanggar aturan silakan, tp ingat saat bayar pajak atau lainnya…akan bengkak…hehehehe….
    hebatkan?


    Iya betul bang, mungkin bjm harus meniru smd pakai cctv🙂

  2. wahh yang berkendara masih mencet2 hape kayak gak ada lain waktu aja buat main hape ya , gak safety riding tuh🙂
    Apa khabar mba Nia? udah lama gak kesini he..he…

    ===
    Yupe .. disini masih sering dijumpai yang lagi berkendera mencet-mencet hape mbak
    Sy kabar baik, makasih udah blogwalking ke sini yaaa mbak🙂

  3. Wah saya malah baru tahu ada peraturan Kanalisasi disana mba, maklum, sekarang berdomisili di desa.

    ===
    Udah ± setahun Wan, di desa mana sekarang Wan?

  4. wuahahaha rasa kana nah. . .
    Introspeksi dri dlu nah. . . .mudahan lbh baik kdepanx. . .

    ===
    amin, nang micik hp atau nang bpandiran kah Zul?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: