Posted by: nia | December 28, 2010

Dibalik musibah ada hikmah

Hujan turun dengan sangat lebat, siang yang telah berganti dengan malam membuat suasana semakin gelap. Andai pun penerangan bola lampu listrik di setiap ruas jalan berfungsi, tetap saja kegelapan malam semakin terasa oleh guyuran hujan bak air tumbah dari langit. Tak ada kilat yang menyambar, tak ada bunyi petir yang menggelegar. Hanya suara hujan … ya suara hujan yang menderu-deru.

Sendirian ia memacu motor dalam dinginnya malam, tak terganggu sedikit pun oleh suasana macam itu. Hatinya begitu bahagia, senang dan berjuta rasa syukur terpanjat kepada sang pencipta. Meski tadi ketika mau melakukan perjalanan ia sempat dilarang. Dengan ditemani oleh lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an ia masih asik berpacu bersama motornya, jalan raya yang tergenang hampir setengah ban motor sekali-kali menimbulkan percikan-percikan air  ke tubuhnya akibat pengendara lain berusaha untuk mendahului. Ah, peduli apa dengan ulah mereka itu? Ia masih asik dengan perjalanan malamnya.

Dalam perjalanan itu, ya sebuah perjalanan seperti hampir sepuluh tahun lalu. Ketika orang tuanya meminta supaya perjalanannya dimulai besok pagi saja, karena melakukan perjalanan menjelang malam bukan pilihan terbaik untuknya, tapi karena kekerasan hati, akhirnya kedua orang tuanya memberikan ijin juga. Semua telah berlalu, ternyata ketika orang tua melarang anak-anaknya, tentu mereka lebih menginginkan anaknya selamat tak kurang suatu apapun juga.

Kini, hampir sepuluh tahun berlalu. Bukan orang tuanya lagi yang melarang … tapi belahan jiwanya. Meski kemudian diberi ijin dan diiringi dengan do’a, toh pada akhirnya kejadian itu terulang lagi meski tak persis sama.

***

Hujan telah berhenti, namun jalan beraspal itu tentu saja masih begitu licin. Motor itu dipacu hanya dengan kecepatan 60 km/jam, tidak terlalu kencang baginya, tiba-tiba dalam keasikannya terdengarlah bunyi “duuaaaarrrrr” mampir ke telinganya yang masih mendengarkan lantunan ayat-ayat suci. Belum timbul kesadaran penuh kenapa bunyi itu sampai terdengar hingga kemudian  tiba-tiba motornya pelan-pelan oleng. Beruntung sekali motor itu tidak sampai terjatuh karena bisa dikuasai si pengendara.

Ia berhenti, mencoba mengamati apa yang terjadi dengan motornya sehingga oleng seperti itu. Dan kesimpulannya adalah ban belakang motornya pecah, pantas saja terdengar bunyi yang keras. Ternyata ban motor pecah itu gak menunggu saat siang panas terik matahari, saat malam usai harinya diguyur hujan juga bisa.

Ia memandang ke sekitarnya, tak ada apa-apa kecuali sebuah bangunan tempat aparat keamanan berjaga-jaga. Tiba-tiba ia berpikir untuk masuk ke area itu, minta ijin untuk menitipkan motornya dan pulang ke rumah. Pucuk dicinta ulam tiba, beberapa aparat itu melihatnya, dan tanpa sempat mengutarakan maksudnya, salah seorang aparat itu mendekati dan mengatakan sebaiknya ia bawa motornya ke area parkir di halaman bangunan itu dulu.

Tuhan Maha Pengasih dan Maha Penyayang, seandainya dalam perjalanan itu hanya ada hutan di kiri dan kanan … apa yang bisa ia lakukan? Belum lagi jika ada kejahatan-kejahatan lain yang sering ia dengar atau baca dari berbagai media. Sungguh beruntung sekali ia diberikan sedikit teguran dan masih dalam suasana yang tidak membuatnya jadi ketakutan, tapi tetap membuatnya menangis, menangis karena ada rasa sesal tidak patuh akan nasehat.

***

Bahwa ternyata apabila orang-orang terdekat mempunyai kekhawatiran, alangkah lebih baiknya kita merenungi kenapa kekhawatiran itu sampai terjadi. Jangan sekali-kali menganggap itu hal biasa, yang penting selalu berdoa sebelum melakukan perjalanan ( jika akan bepergian), periksa kembali kenderaan yang akan digunakan, jangan sampai perjalanan akan terhambat karena ketidakpedulian kita. Begitupun dengan hal lainnya dalam kehidupan ini. Semoga dengan kepedulian dan perhatian terhadap kita, musibah yang akan menghampiri bisa dihindari, amin.


Responses

  1. betul sekali, alangkah lebih baiknya perjalanan kita tunda dulu, dengan menunda, selain menyenangkan orang yang di rumah, kita juga bisa terhindar dari kemungkinan buruk yang akan terjadi disepanjang perjalanan kita. itu dengar ayat alqurannya dari mana ya?

    ===
    ananajahamin: sip betul sekali … dengernya via headset cdma

  2. menatap blognya jadi kayak lihat blog sndiri. hehehe
    yupsss…. jika bisa memahami hikmahnya, hidup bisa jadi lebih bijak.

    ===
    sip .. makasih yaaaaa


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: