Posted by: nia | October 24, 2010

Bekerja

Ketika seorang wanita telah menyelesaikan pendidikannya di jalur formal, tidak sedikit  dari mereka yang memiliki keinginan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan cita-citanya, misalnya bekerja di kantoran, atau perusahaan lain yang mewajibkan pegawainya disiplin waktu. Meskipun ada lagi sebagian yang setelah selesai pendidikan formal, menunggu dilamar dan kemudian menjadi ibu rumah tangga yang baik.

Bekerja di luar rumah bagi seorang wanita memang mempunyai kebanggaan sendiri, pertama karena ia tidak menggantungkan keinginan/ keperluan belanja hidupnya kepada siapa pun. Ia menjelma menjadi seorang wanita yang mandiri,  ingin membeli apa saja, tidak ada larangan karena duitnya hasil kerja sendiri, selama harganya masih bisa terjangkau oleh isi kantongnya. Kedua, ia beranggapan bahwa dengan bekerja di luar rumah, maka pengetahuannya akan menjadi lebih luas lagi, tidak hanya seputar dapur, kasur dan sumur.  Ketiga, boleh jadi di tempat kerja ia akan bertemu dengan jodohnya kelak … he he he

Lalu, apakah kemudian dengan segala kemandirian yang ada pada diri si wanita tersebut lantas membuatnya bisa bertingkah sesukanya? Melupakan kodratnya sebagai seorang istri, ibu dari anak-anak?  Seharusnya itu tidak boleh terjadi… namun belakangan ini, ketika seorang wanita telah merasa mampu mendapatkan duit dengan hasil jerih payahnya bekerja, ia kemudian berubah menjadi seorang ibu/ istri  yang tidak lagi bisa memberikan perhatian yang cukup untuk anak dan suami serta keluarganya. Tidak jarang ada wanita yang berani terhadap pasangan karena merasa dirinya turut andil dalam membantu ekonomi keluarga.

Atau ketika si wanita masih berstatus single … ia justru bersikap tidak sopan terhadap orang tua yang telah membesarkannya, ia lupa bahwasanya orang tua lah yang telah membiaya pendidikannya hingga menjadi mandiri seperti sekarang.

Saya beberapa kali melihat, ada wanita yang telah menikah dan memilih untuk resign dari tempat kerjanya demi menjaga supaya ia bisa konsentrasi di rumah saja, saya sangat salut dengan para wanita seperti itu. Mungkin peran serta suami dalam hal ini juga penting, ia harus mampu membimbing dan mengarahkan pasangannya untuk menjalankan  tugas mulia seorang wanita itu adalah mendidik dan menjaga anak-anak secara langsung, tanpa mewakilkan kepada pembantu atau apa lah namanya. Tapi ini juga tergantung kepada komitmen tiap pasangan.

Lalu bagaimana dengan wanita yang tetap bekerja di luar rumah?  Selama ia diberi ijin oleh kepala keluarga dan ia masih bisa membagi waktunya, tentu bekerja di luar rumah sah-sah saja. Dan yang terpenting adalah si wanita harus bisa menjaga martabat sebagai seorang istri dan ibu bagi anak-anak. Memelihara kesetiaan dan tidak mengkhianati suaminya. Kalau tujuan bekerja itu hanya karena merasa tidak puas atas apa yang sudah diberikan oleh pasangan, padahal sebenarnya sudah lebih dari cukup, maka sungguh menyedihkan sekali.  Kecuali memang ekonomi keluarga itu yang mengharuskan si wanita ikut bekerja membantu memenuhi keperluan hidup sehari-hari.

Tidak ada larangan bagi wanita untuk bekerja membantu memenuhi kebutuhan hidup keluarga, tetapi apabila lebih banyak mudharat ketimbang manfaatnya bagi wanita yang bekerja di luar rumah, alangkah lebih baik jika ia memposisikan diri sebagai ibu rumah tangga saja yang bisa menjadi panutan bagi anak-anak. Banyak hal yang bisa dikerjakan di rumah dan bisa menghasilkan duit, tidak melulu bekerja di luar rumah baru bisa dapat duit. Kuncinya adalah kebulatan niat dan usaha yang keras, jangan pernah takut untuk mencoba sesuatu yang baru, bukankah rejeki itu sudah diatur oleh sang Maha Pemberi Rejeki?

Bekerja adalah salah satu cara kita mengisi waktu dalam hidup ini, jika  waktu bekerja telah kita habiskan untuk mengerjakan yang baik-baik, maka nanti kita akan mudah mempertanggungjawabkannya di hari akhir. Begitu pula sebaliknya. Jadi, apapun yang ingin kita kerjakan … semua kembali kepada pilihan kita masing-masing🙂


Responses

  1. Semoga ibu-ibu yang bekerja, membaca juga postingan ini…. nice post.

    ====
    amin, makasih bang …🙂

  2. Terus sudah dilamar belum..? atau bagaimana.. neh ? :))

    ====
    Udah dongg …🙂

  3. hohoho intinya bagaimana mnjadi seorang istri solehah…..hehe hanya istri solehah perhiasan dunia, istri yang soooleeehaaa *singing lagu bang haji*😀

    ===
    Ikut nyanyi-nyanyi juga🙂

  4. minta izin postingan ini untuk diusulkan ke Halte Blogger BPost … salam

  5. dimuat bpost hari ini (4/11/10) halaman 1 dan 14

  6. mau berkarir apa saja sepanjang tidak melupakan posisinya sebagai isteri, jika sudah berkeluarga, itu emang keren🙂

  7. assalamakam.. salam kenal… selamat, artikelnya saya baca juga di Bpost…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: