Posted by: nia | October 7, 2010

Hujan dan Jalan

“Setelah nyuci motor, kok harinya selalu hujan terus,” keluh seorang kawan ketika beberapa saat motornya baru saja bersih dari kotor akibat hujan sore hari sebelumnya. Padahal hari itu samasekali tak ada tanda-tanda hujan akan turun, karena matahari bersinar sangat terik.

“Kalau begitu motor saya gak usah dicuci saja deh biar harinya tidak hujan,” lanjut kawan saya lagi sembari becanda.

Hujan, memang sekarang ini sebenarnya sudah memasuki musim penghujan. Dan seingat saya, dulu waktu masih sekolah di bangku SD, katanya jika nama bulan kalender  Masehi itu diakhiri dengan ber, artinya  sedang musim penghujan, benar apa tidaknya itu tidak masalah bukan?

Tetapi sekarang ini, musim hujan atau musim kemarau sepertinya sama saja. Cuaca tidak menentu, kadang saat matahari bersinar dengan teriknya tiba-tiba hujan turun dengan lebatnya. Atau saat melintasi jalanan, 1 -2 kilo meter jalan tersebut sedang diguyur hujan, setelah memasuki 3 kilo meter berikutnya justru tidak terjadi hujan sedikitpun.

Berkenaan dengan akibat hujan juga, ketika telah reda. Jalanan yang sedang rusak dan belum diperbaiki pasti akan membuat penggunanya harus ekstra hati-hati. Terlebih jalan memasuki komplek perumahan tempat tinggal saya. Memang jalan-jalan protokol sudah mulai mulus, jarang saya temui lobang-lobang yang menghiasi, beda sekali dengan jalan ke perumahan-perumahan.

Banyak jalan beraspal yang telah rusak dan belum diperbaiki, sampai-sampai hampir tak terlihat lagi ada bekas jalan beraspal saking parahnya, batu-batu kerikilnya itu juga sering sekali mengganggu, kalau tidak hati-hati. Tak jarang pengendara akan terjatuh. Belum lagi hiasan lobang-lobang yang membuat perut jadi sakit jika tak pelan-pelan melewatinya.

Beberapa waktu yang lalu, seharian kota Banjarmasin diguyur hujan. Barangkali bukan hanya Banjarmasin saja, tetapi hampir seluruh Kalsel. Waktu itu saya sedang ke luar kota, melewati jalan A Yani km 33 Loktabat Banjarbaru sampai depan Suzuki Banjarbaru, sepanjang jalan itu tergenang air akibat hujan deras. Lumayan dalam dan deras sehingga pengguna roda 2 dan roda 4 harus mengendarai motornya pelan-pelan menghindari genangan air itu. Hal itu membuat perjalanan menjadi tidak nyaman. Belum lagi median jalan yang masih dalam tahap pengerjaan dan belum selesai. Bisa dibayangkan betapa tidak nyamannya.

Memang sekarang lebar jalan sudah lumayan membantu, namun ketika hujan turun dengan lebatnya dan pingir jalan tergenang air seperti itu, tetap saja pengendara motor harus ke tengah supaya tidak terjebak oleh genangan air yang mengalir deras ntah menuju kemana ( yang jelas nyari daerah resapan  terendah).

Tapi sudahlah, kalau menggunakan jalan milik pemerintah. Ya harus mau berhati-hati. Tidak boleh mengeluh, dan nikmati saja dengan tetap konsentrasi.


Responses

  1. Bicara hujan, yang saya ingat dulu waktu SD, kata guru bila hujan itu ada yang senang yaitu para petani. Eh, tapi setelah sekarang jadi petani ternyata hal itu salah. Petani tidak selalu senang bila hujan, seperti sekarang, soalnya sulit menjemur padi. Bila tidak dijemur, maka padi itu akan mengecambah, artinya tidak bisa dimakan, dan artinya sia-sia hasil usaha satu tahun.

    ===
    Yupe .. betul Zian, ketika sudah mengecambah.. tidak bisa dimakan, juga tidak bisa ditanam. Sia-sia lah panen tahun ini.

  2. koq.., motor ku juga kalo dicuci, cuaca bisa hujan, kalo ada yg minta hujan harap hubungi kami di no. 0511xxxx…..

    ===
    hahaha .. kirain tadi minta apa? kok minta hujan sih Bang?

  3. Saya lebih suka cuaca panas ketimbang hujan.😦
    Mungkin karena saya orang Surabaya ya, jadi saya lebih suka panas.😐 Kalo hujan pas saya di rumah, itu nikmat. Tapi kalo hujan turun pas di jalan, itu sangat menjengkelkan. Musti menepi dulu, berhenti, buka bagasi, pake jas hujan dst dst.😦 Belum lagi sepatu ama celana basah, padahal baru dipake. *males nyucinya*😆

  4. ya am, ngalih sudah di tangguh musim wayah ini, kada kaya dahulu lagi pang…

    ===
    Inggih, mana kalau hujan wahini labat lawan angin-anginnya ha pulang bang lah ..
    imbah ngitu mun harinya panas, maka panasnya tu liwar banar …

  5. assalamaualaikum.. salam kenal…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: