Posted by: nia | September 13, 2010

Pembangkit Listrik Alternatif, Siapa Sangka?

Pembangkit Listrik Alternatif, Siapa Sangka?

Hidup di kota Banjarmasin mestinya bisa terbebas dari pemadaman listrik secara bergilir, bagaimana tidak, Banjarmasin adalah ibukota provinsi Kalimantan Selatan, dan salah satu hasil dari kekayaan alamnya berupa batu bara yang melimpah, sampai-sampai setiap hari selalu dikirim keluar pulau Kalimantan. Namun apa yang terjadi sungguh bertolak belakang, ketika batu bara yang berton-ton itu telah terkirim, pemadaman listrik pun tak bisa dihindari.

Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, semakin hari sumber daya alam Kalsel semakin terkuras habis, sementara hanya ada sedikit orang yang bisa menikmati hasilnya. Selebihnya adalah merasakan kesengsaraan. Lalu, apakah kita sudah makmur kalau ternyata PLN harus mengadakan pemadaman bergilir setiap hari?

***

Adalah saya, seorang pendatang di kota ini dan telah menetap selama lebih kurang 15 tahun. Ketika pertama kali menetap di sini, Banjarmasin dulu tidaklah sehebat Banjarmasin yang sekarang, perkembangan kota yang sangat pesat dibarengi oleh kepadatan penduduk yang kian hari kian bertambah terus, ternyata masih kurang mendapat perhatian dari pihak yang berwenang tentang kesempatan untuk menikmati layanan PLN tanpa pemadaman bergilir.

Jika hari-hari yang saya lewati lebih banyak dihabiskan dengan bekerja di luar rumah, tentunya untuk menikmati pelayanan PLN di rumah adalah ketika pulang kerja saja. Meskipun di kantor tempat saya bekerja juga tidak terlepas dari yang namanya pemadaman bergilir, untung saja kantor saya memiliki mesin genset sendiri, jadi tidak berpengaruh terhadap supply listrik. Berbeda dengan di rumah, jadi secara tidak langsung, saat pemadaman listrik berlangsung pada siang hari dan saya sedang berada di kantor, otomatis saya sama sekali tidak mengetahuinya. Namun jika pemadaman terjadi pada malam hari, barulah saya merasakan betapa hal itu sangat merugikan. Pantas saja kalau banyak industri rumah tangga yang merugi gara-gara pemadaman oleh pihak PLN.

****

Periode 2002, ketika itu saya beserta adik saya tinggal di Banjarbaru. Kebetulan adik saya sedang menjadi mahasiswi di Fakultas MIPA Unlam. Sedang saya lebih sering bolak balik Banjarbaru-Banjarmasin karena tempat kerja saya di Banjarmasin.

Suatu malam, terjadi pemadaman listrik di kost adik saya, ketika itu kami tidak menyangka listrik akan padam, dan tidak ada persiapan untuk itu. Lilin gak punya, apalagi lampu emergency. Akhirnya adik saya mencoba untuk membuat penerangan darurat dengan bahan-bahan yang sangat sederhana. Akhirnya kami bisa mengatasi kegelapan itu dengan penerangan darurat tadi.

Mungkin diantara kita ada yang berpikir, bagaimana caranya supaya ketika PLN sedang padam, kita masih bisa bertahan dalam terang, bisa dengan menggunakan lilin, lampu emergency, atau juga dengan mesin genset. Seperti adik saya, saat itu bahan yang digunakannya untuk menggantikan lilin adalah sedikit kapas, sedikit minyak goreng, dan sebuah piring kosong. Kapas tersebut dibasahi dengan minyak goreng tadi. Lalu diletakkan ke dalam piring kosong, kemudian nyalakan api dan kapas tadi langsung dibakar. Selama minyak goreng tadi belum habis, api akan tetap menyala … lumayan untuk menggantikan lilin sementara waktu menunggu PLN menyala lagi.

***

Beberapa waktu yang lalu, ketika pemadaman bergilir masih saja terus berlangsung. Bukan hanya di Banjarmasin tetapi hampir seluruh wilayah Kalsel mengalaminya, saya sempat berbincang-bincang dengan seorang teman yang dahulunya sekolah di STM jurusan elektro ( listrik ) dan kemudian melanjutkan studi ke Teknik Elektronika di pulau Jawa sana. Teman saya tadi bercerita bahwa dulu sebelum ia memutuskan untuk kuliah, sebenarnya ia mendapat tawaran belajar ke Jepang dari sebuah lembaga di kotanya, namun karena orang tuanya ingin dia kuliah dulu, akhirnya tawaran itu pun ditolak, padahal lembaga itu sampai memanggilnya sebanyak 3 kali.

Sekembalinya dia dari pulau Jawa, keinginan untuk belajar ke negara Jepang masih terpatri dalam hatinya. Tetapi karena kesempatan tak datang 2 kali, keinginan itu tinggallah keinginan. Karena untuk berangkat dengan biaya sendiri ke Jepang tidaklah sedikit.

Dari perbincangan saya dengan teman itu, saya melihat betapa alam ini berpotensi dan belum pernah terpikirkan sebelumnya. Ia pernah memberikan beberapa contoh pembangkit listrik sederhana. Keprihatinan tentang pemadaman listrik secara bergilir telah menggerakkan nuraninya untuk berimajinasi tentang alat itu, betapa besar, sangat banyak sumber daya alam dapat dijadikan sumber energi pembangkit listrik.

Kebanyakan orang tidak pernah mengetahui, ternyata bisa membuat baterai sederhana memanfaatkan pipa tembaga dan lembaran seng, dengan media listrik statis bumi (tanah), teryata dua bahan tersebut dapat membangkitkan energi listrik searah. Energi listrik yang dihasilkan dari satu unit (cell) baterai tanah ternyata lumayan besar, dari pipa tembaga ukuran 3/4″ (tiga per empat inci), panjang kira-kira 12 centi, dapat menghasilkan listrik antara 1,9 sampai 3,2 volt DC, tergantung kondisi tanah.

Ia juga menjelaskan, energi levitasi (gravitasi) dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik arus bolak-balik (AC), dengan memadukan kumparan serta magnet yang disusun sedemikian rupa membentuk lingkaran. Bukan itu saja, energi gravitasi ternyata juga dapat membangkitkan tenaga potensial (gerak), dengan sedikit memodifikasi motor (dinamo), dan menambahkan magnet yang disusun sedemikian rupa, katanya mampu membuat motor berputar kencang. Hasil putaran motor tadi kemudian dapat dimanfaatkan sebagai tenaga gerak pembangkit listrik.

Saya jadi berandai-andai, kalau saja di Kalsel ini ada orang-orang yang peduli dengan bakat dan potensi dari para pemuda seperti dia demi terwujudnya pembangunan untuk kemaslahatan orang banyak, orang-orang tadi mau berpartisipasi menjadi donatur, tentu Kalsel akan memiliki solusi tentang pemadaman listrik ini.

Iseng-iseng saya lalu bertanya, “kenapa tidak menjadi PNS saja?”

Lalu dia pun menjawab dengan panjang lebar, bahwa menjadi PNS bukan keinginannya, ketika image PNS telah membuat orang saling berlomba-lomba untuk bisa lulus dan meraihnya, justru dia menyatakan tidak mau terikat dengan status itu.

Dan saat dia mengatakan bahwa dulu juga pernah ditawari untuk bekerja di perusahaan yang menyediakaan jasa listrik milik negara, tawaran itupun ditolak. Alasannya adalah tidak mau mendapatkan sesuatu yang bukan haknya. Wah, saya jadi ingat dengan perjuangan adik saya ketika beberapa test di PLN berhasil ia lewati, tinggal test terakhir yang harus diikuti sebelum  akhirnya adik saya gagal.

Jika saja ada banyak orang yang berpikiran seperti teman saya tadi, dan mereka itu sebagai pihak yang berwenang, yang peduli terhadap nasib rakyat, mungkin Kalsel akan menjadi terang selalu , tak perlu ada pemadaman bergilir seperti sekarang.

Begitu banyak orang berharap, Kalimantan Selatan bisa menjadi makmur dengan segala manfaat sumber daya alam. Semua potensi bisa dinikmati oleh penduduknya. Bukan hanya dinikmati orang-orang dan golongan tertentu saja. Andai harapan itu bukan impian belaka, mungkin masyarakat Kalimantan bisa menikmati hidup lebih sejahtera. Khususnya Kalimantan Selatan yang tercinta ini.


Responses

  1. pembangkit listrik dengan tenaga fosil sangatlah tidak efisien. terlebih lagi, toh pada akhirnya sumber fosil itu tak dapat diperbaharui. pengambil keputusan republik ini sebaiknya segera membuat cetak biru pembangkit listrik tenaga nuklir. dan setau saya, kalimantan yang tak pernah dilanda gempa adalah tempat paling ideal untuk pembangkit listrik tenaga nuklir.

  2. […] ada airnya, saya  tidak mengalami kendala. Setelah PLN sempat membuat saya bikin postingan ini, sekarang PDAM juga membuat saya curhat lagi di […]

  3. Senang mendengar kemajuan pemikiran tentang energy alternatif. Coba deh lihat di http://www.gravitypower-generator.blogspot.com , di ssana ada keterangan dan tenaga gravitasi yg sudah bisa dirubah menjadi electrik dengan daya besar.

  4. sip

  5. banjarbaru dimana mbak?kebetulan saya lg cari2 energi listrik alternatif buat ngatasi seringnya mati lampu di kalsel.
    ===
    Di komet gg 7, sip .. silakan berkunjung ke rumah .. mungkin Anda bisa share dengan suami sy🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: