Posted by: nia | December 14, 2009

Tetes Airmata

Lihatlah airmataku
Ya Tuhan Yang Maha Pengasih
Bercerita tentang duka
Dan kehancuran

Setiap tetes mengandung arti
Dari derita yang menekan
Telah lama daku mencoba
Namun tak mampu jua

Tuhan tolong hapuskan airmataku
Tiada satu dapat melakukannya
Dari derita ini
Dari dalamnya dosa
Hanya Engkau yang kuasa
Menghapuskan setiap tetes airmata
Menghapuskan setiap tetes airmata

Lihatlah airmataku
Berderai penuh kesedihan
Kucoba tuk menghentikannya
Namun tak mampu jua

Tetes Airmata : Grace Simon

***

Zaskia menelungkupkan wajahnya dibalik bantal, namun sedu sedannya masih juga terdengar berpacu dalam keheningan malam. Tangis yang tercipta ketika senja menyapa semesta hingga kegelapan malam melebarkan sayap-sayapnya tak jua kunjung berhenti, perih hati itu kembali ia rasakan. Sungguh, ketidakberdayaannya memenuhi permintaan Dika untuk membuang jauh-jauh prasangka buruk itu sangat sulit untuk diwujudkan.

“Kia … tak bisakah untuk tidak berprasangka buruk? terlalu sulitkah untuk itu??” masih terngiang kata-kata Dika itu dipendengarannya, menyakitkan!!! sangat menyakitkan!!!

“Hiks … seandainya kamu tau Dik, trauma ini begitu kuat mencengkram nuraniku … menghimpit setiap bilik-bilik jantungku, membuat desiran darah laksana kran air yang mampet namun tetap dipaksa untuk mengalir.

Bukan kali ini saja tangisan Zaskia berujung pada sedu sedan, dulu … ketika ia dan Dika sedang berusaha untuk saling intropeksi diri, mengukur kedalaman perasaan cinta mereka. Tangisan itu juga hadir menghiasi nuansa kalbunya, dan airmata itu menetes penuh arti.

***
Perasaan Zaskia mengembara, menyusuri kembali perjalanan cintanya bersama Dika … lelaki nan baik dan tulus itu telah meluluhkan tigaperempat ego hatinya, menciptakan derai-derai tangis … mengukir canda tawa dalam melewati ratusan hari bersama. Memberi warna dalam setiap sikap dan tutur kata gadis itu. Hingga perlahan namun pasti, bunga-bunga cinta semakin bersemi dalam istana hati yang harum mewangi.

Sempat terpikir olehnya, inikah jalan hidup yang telah digariskan penguasa hidup ini … mempertemukan ia dengan sosok lelaki seperti Dika, sosok yang dulu ada dalam khayalannya semata???? Tapi tidak … semua yang telah ia lalui bukan dalam khayalan, tapi nyata adanya.

***
“Tuhan … tolong berikan hamba-Mu ini petunjuk” doa itu terpanjat disisa-sisa isak tangis Zaskia, gadis itu perlahan mengangkat wajahnya yang tenggelam diantara empuknya bantal yang basah oleh airmata pilu.

Perlahan-lahan ia kembali berusaha menguasi perasaan hatinya, tak ingin larut lagi dalam prasangka yang membuat hati dan jiwanya lelah. Helaan napas Zaskia terdengar begitu berat, seolah ingin melepaskan dan mencabut akar-akar trauma yang tertanam kuat dibatinnya.

“Aku sangat mencintai Dika, dan kuyakin Dika juga mencintaiku … cintaku dan cintanya sama kuat, apalagi yang kuragukan??” gumam Zaskia.

“Dan selama ini, hanya Dika lah yang mampu menghadapi segala kekerasan hatiku, jika bukan karena cinta … gak mungkin lelaki seperti dia akan kuat bertahan disampingku” batin Zaskia terus membangkitnya gelora hatinya.

Tiba-tiba saja Zaskia merasakan kerinduan pada kekasihnya, ia ingin mengatakan pada Dika bahwa mulai detik itu juga segala prasangka buruk telah ia kuburkan dalam-dalam. Tapi gadis itu sejenak ragu, mungkinkah Dika mau memaafkan segala dosa atas prasangkanya selama ini???

Tertegun … Zaskia memandangi screen saver laptopnya, foto-foto Dika terpampang jelas dihadapannya, perlahan-lahan gadis itu pun memencet keyboard dan mengukir untaian kalimat … ” Dika, maafkan Kia … selama ini selalu salah menilai apa yang Dika lakukan, Kia sayang Dika”
sebuah sms terkirim ke ponsel Dika.

================================= *****===========================


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: