Posted by: nia | December 3, 2009

Laksana tetes embun

Dan tetes embun hapuskan dahaga kalbu nan kering bertabur debu
Ketika doa terajut di pertigaan malam berselimut rindu
Butiran demi butiran bening airmata mengiring satu permohonan
Teruntuk sang pujaan yang menjelma dari sebuah impian

Setahun liku perjalanan dalam kebersamaan berhias suka duka
Saat lidah tak bertulang menghujam luka di dada
Saat ketulusan angkat bicara bak penawar luka
Cukupkah ujian ini tuk kita melangkah wujudkan asa dan cita?

Dalam hening malam … kalbu pun masih merajut untaian doa
Denting-denting pilu terbilas roda waktu tanpa suara
Dan jemari-jemari langit tengadah di cakrawala berpendar cahaya
Smoga cinta yang terbina tetap menyatu dalam ikatan bersulam setia

Akhir malam ciptakan senyuman …
Bibir tersungging dan sebentuk hati berlabuh bersama keyakinan
Biar pagi segera menghantar mimpi tuk jelmakan nyata
Bersama ridho Allah sang pemilik rasa cinta KITA

==========
Banjarmasin, 03 Desember 2009

Puisi ini saya sertakan untuk memeriahkan peringatan hari Ibu tanggal 22 Desember 2009, yang diselenggarakan oleh Pakde Cholik .. tks


Responses

  1. sangat dalam menyentuh untuk ungkapan rasa cinta bagi belahan jiwa, tapi sy pikir pastinya bukan ibu. untuk ibu, feeling takdzim-nya masih terasa kurang…

  2. hallo kawand…🙂
    maaf kalo spam..
    mau nyoba dapet HP gratis? ato mMP3 gratis? ato PS/OX gratis…??
    Coba ini aja deh..ga rugi2 amat…ga ngeluarin duit juga, paling cuma listrik sama internet dikit..lumayan lah..namanya juga usaha..
    SALAM BERKAWAND


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: