Posted by: nia | November 1, 2009

Wajah Kotaku Suatu Pagi

Menyusuri jalan A Yani km 4,5 menuju ke dalam kota dengan berjalan kaki sepanjang 1 km. Sungguh suatu hal yang sangat jarang saya lakukan. Biasanya saya selalu naik motor atau paling tidak naik angkot. Tapi pagi ini sengaja saya niatkan dari rumah untuk jalan kaki saja menikmati wajah kota ini dengan segenap rasa santai.

 

Sebotol air meneral terselip di sisi ransel yang saya gantung dipundak, berjalan pasti sambil sesekali menebarkan pandangan ke arah median jalan yang sedang diperbaiki, mungkin bukan diperbaiki, tapi ditata ulang karena sekarang kondisi jalan protokol di kota saya sudah berubah menjadi begitu lebar di ruas kiri dan kanannya.

Sinar mentari mulai terik, beruntung sepanjang jalan yang akan saya lewati masih ada pepohonan dipinggir²nya sehingga berasa teduh, parit yang dahulu tidak terurus sekarang mulai terlihat bersih, ada bunga teratai menghiasi ditengah²nya. Rasa damai menyeruak dihati saya ketika memandangi teratai² itu.

teratai di tengah parit


Dibagian parit yang cukup lebar dan airnya lumayan bersih dan dikedalaman yang juga lumayan, 3 anak kecil sedang riang bermain, mereka nyebur di parit itu, senangnya menjadi mereka.
Saya berhenti sejenak … air itu berwarna agak biru kehijauan, mungkin lumut didasar parit atau pengaruh dari warna hijau yang terpancar dari daun² teratai disekitarnya. Ntahlah…

anak kecil yang sedang bermain air di parit

Saya melirik jarum jam dipergelangan tangan saya, pukul 08.20 Wita, artinya 20 menit sudah saya menyusuri jalan ini, sangat tidak terasa … Ingatan saya melayang ke pertengahan tahun 2006 silam, ketika itu saya sedang berada di Cikarang Bekasi.

Pagi itu kesibukan sudah terlihat, jalan raya Cikarang depan Mesjid Agung Cikarang dipenuhi oleh bus-bus yang besar dari berbagai kota. Kawasan Cikarang termasuk kawasan industri … jadi maklum saja jika bus-bus itu terisi penuh oleh para karyawan yang sedang pergi ke tempat kerjanya.

suasana jalan raya di kota Banjarmasin masih sepi ketika tadi pagi saya berjalan kaki

Berbeda dengan di Banjarmasin, tempat saya tinggal sekarang ini … bus² besar hanya sekali² terlihat, disini rata² dipenuhi oleh kenderaan pribadi roda 2 dan roda 4, kalau pun ada angkot maka angkot itu disebut taksi kuning. Ah .. saya tidak bisa lebih jauh mengingat tentang Cikarang yang berbeda dengan Banjarmasin karena saya sudah tiba ditempat tujuan. Dan jarak tempuh saya sepanjang 1 km dengan berjalan kali adalah selama 25 menit, he he he .. kebayang bukan bagaimananya santainya saya berjalan pagi ini???


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: