Posted by: nia | October 31, 2009

Di lautan asa dan cinta

kita sedang mengayuh sampan dibirunya lautan asa dan cita
suatu ketika badai datang menjelma dari bidadari tujuh rupa
hampir saja sampan kita terbalik oleh prasangka tanpa sang pembela
hampir saja erat genggaman terberai oleh bibir yang mengukir dusta
lantas kita berpasrah sejenak pada pencipta
tuk bersihkan nurani dari segala noda berbentuk sakwa sangka
dan kemudian..
kita kembali mengayuh sampan berdua
ketika samudera sedang bersuka cita atas ijin sang maha kuasa
semoga restu-Nya untuk kita


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: