Posted by: nia | June 19, 2009

Prahara Zaskia

Gadis itu hanya terpaku seusai membaca sebuah sms yang ia terima beberapa menit lalu, ntah untuk keberapa kalinya pertengkaran itu terjadi lagi …

Sebelumnya ia sempat ribut juga di telepon dengan si pengirim sms itu …

“untuk apa kamu pergi ke psikolog????”

“cuman untuk konsultasi saja”

“kenapa konsultasi”

“karena ga ada teman curhat”

“iya, tapi kenapa????” pernah sekolah ga??? pasti ada sebab dan akibatnya kan??”

“ga ada temen, kesepian … perlu ke psikolog untuk curhat”

=========
Perdebatan di telepon terhenti … yang di seberang bener² marah.

Zaskia … sejak 2 malam yang lalu ia telah mengutarakan keinginannya untuk pergi ke salah seorang psikolog, sekedar untuk berkonsultasi karena merasa sudah tak mampu lagi menahan segala masalah yang ia hadapi.

Ketika keinginannya ia sampaikan kepada Dika, Dika ingin membantu Zaskia untuk menampung segala curhatan gadis itu.

“Berapa harus kubayar kamu sebagai pengganti psikolog itu??” tanya Zaskia

“Hem, ga jadi !!!!! ” tiba² Dika membatalkan niatnya untuk membantu Zaskia, ia tersinggung banget dengan pertanyaan itu.

===

Jauh di lubuk hati Zaskia, ia sama sekali tidak ingin membuat Dika tersinggung … apalagi membalas kebaikan Dika dengan bentuk materi … Tapi Zaskia hanya ingin mengucapkan terimakasih, dan cuma itu yang bisa ia lakukan …. Jika pun Dika tersinggung, ia sangat memahaminya.

Hati Zaskia semakin galau, bagaimana mungkin ia bisa bercerita dengan Dika dan menganggapnya sebagai tempat curhat yang baik jika Dika sendiri bersikap sentiment dengannya, Dika selalu salah paham dengan keinginan Zaskia, sementara Zaskia sendiri selalu saja membuat Dika merasa kesel dengan keusilan gadis itu.

Dika … Zaskia
2 anak manusia itu memang masih terlalu egois, mereka tak bisa memahami satu sama lain, mereka saling menyakiti perasaan masing². Tapi … adakah cinta diantara mereka????

Trauma masa lalu telah membuat keduanya sulit sekali untuk menyatu, rasa cinta terhadap orang² terdekat mereka membuat keadaan jadi begitu. Seandainya saja komunikasi yang baik bsia terjalin antara mereka, mungkin tak perlu Zaskia merasakan berada dalam posisi yang serba sulit.

Dika adalah laki² yang baik, rasa tanggung jawab terhadap keluarga lebih besar ketimbang perasaannya terhadap Zaskia, sementara disisi lain ia juga merasakan bahwa gadis itu memang harus ditolong dan diberi perhatian ekstra. Pasalnya adalah, Dika mulai tak kuat menghadapi sikap Zaskia yang kadang tak terkontrol …

===

Seperti beberapa saat sebelum ia kirim sms ke Zaskia … Dika sedang sibuk ngerjain sesuatu, tapi gadis itu terus saja telepon dan kirim sms, akhirnya Dika pun marah …


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: