Posted by: nia | January 24, 2009

Suatu Senja di Parangtritis

Pantai Parangtritis disuatu senja … 13 tahun yang telah lalu

Widari, gadis berhidung mancung dan berambut panjang sebahu sedang berduaan dengan Ahmad, seorang lelaki lulusan teknik Informatika yang baru tadi siang selesai diwisuda. Sengaja lelaki berkulit putih dan berperawakan sedang itu kembali ke Jogya untuk menghadiri acara tersebut, dan diatas dari itu ada hal yang lebih penting, yaitu menemui gadis yang bernama Widari, seorang mahasiswi jurusan SosPol yang juga bekerja pada sebuah LBH dikota gudeg itu.

Beberapa bulan sebelumnya, Ahmad meninggalkan Jogya dan merantau ke pulau kalimantan … mengikuti kakak iparnya yang bertugas disebuah kota diprovinsi bagian selatan kalimantan, ntah bagaimana caranya … tiba² Ahmad (nama lelaki itu ) bertemu dengan Widari … ah bukan bertemu sih, berkenalan lewat telepon.  Kejadian yang tanpa disengaja …

Layaknya seorang lelaki yang kadang bisa saja mengobral rayuan kepada gadis², barangkali terhadap Widari itu berlaku juga, akhirnya Ahmad jadian dengan gadis keturunan  jawa itu dan pacaran tanpa ketemu lebih dahulu. Setiap hari selama berbulan-bulan mereka pacaran lewat telepon, mungkin hanya lewat telepon saja waktu itu … karena untuk smsan masih hal yang sangat langka saya pikir.

Tiba waktunya Ahmad berangkat ke Jogya, disamping menghadiri wisudanya … betapa rindunya terhadap Widari sungguh tak terbendung lagi, selama ini kemesraan mereka hanya terjalin lewat sambungan telepon, dan tak lama lagi keduanya saling bertemu muka, sungguh menjadi “saat-saat” yang dinantikan.

Siang itu, Ahmad telah selesai mengikuti acara dikampusnya, Widaripun telah menunggunya sejak beberapa saat yang lalu … berdua mereka memutuskan menuju ke pantai Tarangtritis, itulah kali pertama mereka bertatap muka langsung sejak berkenalan.

Senja di Parangtritis, deburan ombak yang bergemuruh … angin pantai menyibakkan dan mengacak² rambut panjang sang gadis, membuat wajah Widari semakin cantik dimata Ahmad. Mereka kini telah duduk berdampingan dihamparan pasir, sambil sekali² melukiskan nama mereka berdua … seolah pertemuan itu bukanlah pertemuan mereka yang pertama.

Perlahan Ahmad meraih tangan Widari, mengenggam penuh kelembutan … sambil menatap lekat ke mata gadis itu.

“Wid, benarkah cinta telah ada diantara kita???” hampir tak terdengar ucapan itu ditelinga Widari.

Widari hanya diam membisu, tak menjawab sedikitpun … ada perubahan rona wajahnya. Genggaman Ahmad dilepaskan … sambil menatap dijari manisnya, sebuah cincin melingkar … ya sebuah cincin tunangan telah melingkar dijari manisnya sejak 2 bulan yang lalu. Pertunangan yang sama sekali tidak diinginkannya tapi harus dijalani karena patuh kepada kehendak ayah bunda.

“Mas, sebulan lagi saya akan menikah … biarpun begitu, selama janur kuning belum menghias didepan rumah, saya masih milik mas” terbata² kata itu meluncur dari bibir Widari.

Suasana menjadi hening, tak ada kata-kata lagi yang mereka ucapkan saat itu … hanya deburan ombak yang silih berganti menyapu dihamparan pasir.

Ahmad kembali meraih jemari Widari, dielusnya perlahan … gadis itupun menyandarkan kepalanya dibahu Ahmad. Dan mereka pun akhirnya berpelukan. Terdengar kata mesra ditelinga Widari … “Wid, ijinkan mas menciummu”.

Lagi-lagi gadis itu tidak memberikan jawaban, bibirnya terkatup rapat … dalam hatinya bergejolak rasa yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Dengan penuh kemesraan akhirnya Ahmad mencium kening Widari, tak sedikitpun ia menunggu jawaban dari Widari, karena dalam hatinya yakin, jika dalam diam itu sebenarnya adalah jawaban “iya”.

Lama sekali mereka berpelukan, dan sering kali pula Ahmad memberikan kecupan mesra untuk gadis yang sekarang bersamanya. Tak terasa senja berganti pada suasana malam … dingin menyergap sampai ketulang belulang.

Widari berbisik manja ditelinga Ahmad, “setelah saya menikah nanti, kulit saya item … wajah saya jelek .. badan saya kurus  .. mas pasti tidak mau kenal lagi dengan saya”

“Kata siapa sayang???” balas Ahmad

Tidak ada jawaban dari Widari, kembali pelukan itu dipereratnya …

Bintang di langit sana berkilauan, tak ada cahaya rembulan kala itu … namun langit sedang memancarkan kecerahan, menjadi saksi untuk dua anak manusia yang sedang dilanda asmara sesaat itu.

“Mas … hemmm” Widari tak melanjutkan kata²nya.

“Iya Wid, kenapa terhenti … ” jawab Ahmad

“Jika sekarang saya serahkan kesucian saya, apakah mas mau??” tanya Widari tanpa sungkan.

Setengah kaget, lelaki itu tak langsung menjawab … ada jeda sepersekian detik.

“Tidak Wid, itu adalah hak suamimu nanti … aku tidak mau!!!” jawab Ahmad tegas.

Malam itu dipantai telah mereka nikmati berduaan … tidak ada hal yang mereka lakukan selain berpelukan dan ngobrol sepuasnya sampai pagi menjelang.

====

Pagi itu, suasana di kediaman saudaranya Ahmad gempar … lelaki itu sama sekali tidak memberitahukan kepada orang rumah kalau ia tidak akan pulang tadi malam. Beruntung saat itu memang dibagain lain dari  pantai itu  sedang digelar acara, yupe … acara itu rutin diadakan setiap tahunnya.

Berbeda dengan Widari, kepada keluarganya dan tunangannya ia telah minta ijin untuk menghadiri acara dipantai. Pun dengan kepulangannya pagi itu, seusai istirahat sejenak, Widari berkemas untuk menemui tunangannya, Winarno … seorang guru SMU dikota Jogya, yang telah melamar dirinya lewat keluarganya.

Bertemu dengan mas Win, begitu panggilan gadis itu untuk calon suaminya hanya sekali seminggu, itupun kalau masing-masing mereka tidak punya kesibukan diakhir pekan.

Dan seharian itu, Widari melewati waktu bersama tunangannya, sungguh keadaan yang bertentangan dengan batinnya. Tapi mesti gimana lagi???? Mungkin perasaan wanita tak bisa terbaca ketika dia harus berpura² dihadapan lelaki seperti Winarno yang tidaklah seromantis Ahmad.

Diwaktu yang sama namun lokasi yang berbeda, Ahmad bersiap-siap untuk ke stasiun, melakukan perjalanan ke Jakarta naik kereta dan keesokan harinya terbang kembali ke Banjarmasin.

Tiada pertemuan lagi antara Ahmad dan Widari, tiada komunikasi  di antara mereka sampai Ahmad telah berada di Banjarmasin lagi. Keadaan yang sangat berbeda dari semalam ketika sepanjang malam mereka lewati dalam pelukan cinta ditepian pantai.

Waktu berlalu begitu cepatnya … jika dalam sebulan ada 31 hari, maka pernikahan Widari tersisa 30 hari saja sejak malam kemesraan itu.

Di Banjarmasin, hati Ahmad tiba-tiba gundah gulana … ia benar-benar jatuh cinta dengan Widari, wanita yang menemaninya semalaman penuh dan tidak akan pernah lagi bisa ia lewati dengan wanita lain selain istrinya kelak.

Keesokan harinya, Ahmad memutuskan untuk telepon ke Widari … melanjutkan kisah cintanya lewat kabel lagi. Begitu juga dengan Widari, gadis itu serba salah …  tidak mungkin ia bisa melupakan sosok Ahmad yang pandai memperlakukan wanita seromantis malam itu. Meski disatu sisi ada kenyataan tak terbantahkan bahwa dirinya telah bertunangan. Bagaimana jika tunangan tau?? bagaimana jika keluarga tau???? hubungan yang tak boleh dilanjutkan seandainya pikiran normal sedang berpihak diotaknya. sayang  situasi yang terjadi bukanlah demikian.

Pernikahan itu akhirnya berlangsung, Widari resmi menjadi seorang istri dari Winarno. Ahmad hanyalah kenangan terindah dalam hidupnya, tidak boleh lagi ada hubungan dengan laki² lain selayaknya dia masih menjalin hubungan cinta sebelum menikah.

Demi kesetiaan pada suaminya, Widari memutuskan untuk berhenti dari LBH tempatnya bekerja. Berhenti dari tempat kerjanya berarti berhenti berhubungan dengan Ahmad. Berat nian keputusan itu untuk seorang seperti Widari.

Hari-hari berlalu, Ahmad kehilangan jejak Widari … di Banjarmasin ia menjadi kacau balau. Padahal jauh hari sebelum keadaan itu terjadi, dirinya telah menyadari keadaan seperti ini akan terjadi juga, dan berharap bisa melewatinya dengan ikhlas hati. Namun ternyata … ia tidaklah setegar itu !!!!

Kakak ipar Ahmad, suami dari kakak perempuannya sama sekali tidak tega melihat adik iparnya larut dalam kesedihan itu. Akhirnya kakak iparnya itu memutuskan menjodohkan Ahmad dengan seorang gadis anak orang terpandang di seputaran Banjarmasin Timur, Gadis itu bernama Risma … wanita lembut yang sangat pendiam.

Dalam kegamangan pikiran, Ahmadpun setuju untuk bertunangan dulu dengan Risma … 3 bulan setelah pertunangan itu akhirnya pernikahan pun digelar. Pesta yang meriah …

***

4 tahun kemudian …

Hidup berumah tangga dengan istri sebaik Risma belum bisa membuat Ahmad melupakan Widari, walaupun saat itu telah hadir di dunia ini buah cinta kasih mereka, seorang puteri yang diberi nama Annisa Mutia yang telah berusia 2, 5 tahun.

Pertengahan tahun kala itu, Ahmad mendapat tugas berangkat ke Jogya. Setelah mendapat persetujuan dari istrinya, berangkatlah Ahmad seorang diri ke kota kenangan itu. Yang terlintas dibenaknya bukan untuk segera menyelesaikan tugas yang diembankan oleh kantornya, tetapi mencari jejak gadis dimasa lalunya. Aneh !!!

3 hari di Jogya, waktu yang sedikit itupun belum mempertemukan lelaki ini dengan Widari, sampai pada saat kepulangannya ke Banjarmasin lagi, keinginan untuk bertemu itu tak kesampaian … Hati Ahmad sungguh merana.

Melewati hari-hari bersama keluarga kecilnya, Ahmad kembali dikaruniai seorang putera. Semestinya dengan kehadiran 2 orang buah hati yang lucu-lucu dan seorang istri yang setia seperti Risma, tentulah kehidupan Ahmad dipandang oleh orang disekitarnya sangat bahagia.

Namun ada apakah dengan cinta yang termiliki itu, ada apakah dengan menghilangnya gadis yang bernama Widari itu dalam kehidupannya, Ahmad masih saja terlarut dalam kenangan masa lalu itu.

Tahun berganti dan terus berganti …

13 tahun sudah semenjak peristiwa di pantai itu, Ahmad tanpa sengaja menemukan dunia baru, dunia blog … dan ketidaksengajaan itu kembali terulang ketika secara tiba-tiba sebuah webpribadi ditemukannya. Antara percaya dan tidak percaya, Ahmad kemudian membaca profile dari pemilik webpribadi tersebut. Ternyata dia adalah Widari, gadis dari masalalunya.

Terpana, seakan menemukan sesuatu yang hilang bertahun-tahun, setiap postingan demi postingan dibaca Ahmad. Sampai ketika postingan terakhir yang berjudul “aku telah lelah mengerjakan tesis ini“, Ahmad tak sanggup lagi meneruskan membacanya.

Dalam setiap postingan yang dibacanya, Widari menceritakan betapa dia sangat tertekan dengan kehidupan pasca pernikahannya. Hal itu terjadi karena dia masih juga terikat dengan kenangan masa silamnya.

Ternyata, selama ini Widari bekerja pada sebuah instansi pemerintahan dan menduduki sebuah jabatan yang penting. Dan mengharuskan ia untuk melanjutkan kuliah ke S-2.

Dari postingan Widari itu, Ahmad menjadi tau bagaimana kehidupan wanita itu setelah menghilang selama 13 tahun ini. Cinta Ahmad kembali bergelora, betapa ia ingin berkomunikasi selayaknya dulu. Namun banyak keraguan yang membebani pikirannya. Sehingga dia hanya menjadi pembaca yang baik saja, tanpa meninggalkan jejak apapun di webpribadi itu.

Seminggu sudah Ahmad berkutat dengan web itu, namun tiada lagi dijumpai postingan baru. Dalam hati Ahmad bertanya-tanya, “ada apa dengan Widari?”

Akhirnya, Ahmad tidak lagi mampu meredam keinginannya untuk tau apa yang telah terjadi dengan Widari. Kembali dibukanya profile Widari, ada sederet angka yang bisa dihubungi.

Siang itu, dengan mengumpulkan segenap keberaniannya … deretan angka itupun dipencetnya, tak ada tanda-tanda telepon itu akan diangkat. Namun Ahmad tak putus asa, kali ke-3 …

“Hallo” terdengar sahutan anak kecil ditelinga Ahmad.

Ahmad terdiam, dalam hati ia berpikir … “apakah saya salah sambung???”

“Hallo” suara itu kembali terdengar.

Barulah Ahmad tersadar,

“Hallo, ini kediaman ibu Widari???”

“Iya benar, ada apa omm?’

“Ini siapa ya de’?”

“Ini Ningrum, anak ibu Widari”

“mama ada?”

“Ada, tapi mama sedang sakit omm”

Deg … jantung Ahmad seakan terhenti, pikirannya bermain … berarti tidak ada postingan baru karena Widari sedang sakit.

“Baiklah Ningrum, semoga mama cepat sembuh, tolong sampaikan ke mama kalau omm Ahmad di Kalimantan tadi telepon ya, lain kali omm akan telepon kembali”

Pembicaraan berakhir, hati Ahmad sedikit lega karena sudah mendapat kejelasan tentang keadaan Widuri.

2 minggu setelah itu, Ahmad kembali menghubungi Widari … kali ini ia berhasil mendengar suara wanita itu. Seketika kerinduannya membuncah, lirih terdengar kata-kata Widari. Maka mengalirlah banyak cerita diantara mereka.

Hati Ahmad bagai tersayat sembilu, perih tak terperikan … cinta yang tak bisa mereka miliki, bahkan sampai ketika keduanya telah mempunyai keturunan.

Komunikasi mereka kembali terjalin, ada kebahagian yang merebak mengisi relung-relung hati Ahmad, sampai suatu ketika … tiba-tiba saja Widari kirim sms ” tolong lupakan saya mas“.

Mendapatkan sms itu, tentu saja Ahmad tidak bisa terima … ia ingin Widari tau bahwa sampai detik itu tetap dialah wanita yang ada dihatinya. Tapi Widari tak pernah mau membalas, sempat berkali-kali Ahmad mencoba menghubungi … namun nihil, telepon itu tak pernah  diangkat.

Pada akhirnya, lelaki itu nekad untuk kembali telepon ke rumah.

“Hallo”

Kali ini yang terdengar ditelinga Ahmad ada suara seorang laki-laki yang tidak lain ada suami Widari.

“Maaf mas, ini dari temannyaWidari di Kalimantan. Widarinya ada??? mencoba memberanikan diri Ahmadpun bertanya demikian.

Hening sebentar … sampai kemudian

“Widari telah tiada”

Bagaikan disambar ribuan petir, jantung Ahmad seakan terhenti. Telepon digenggaman tangannya terlepas. Pandangan matanya berkunang-kunang … dunia menjadi gelap baginya.


Responses

  1. mmmmmm….jangan lupa tuch…sambungan ceritanya ditunggu….
    Dalam kerinduan…dan dekapan sang kekasih jangan lupa…ada ciuman cinta dengan mesra..

    ******
    Wah .. pengarangnya mesti berkhayal dulu nih omm ..

  2. mmmhhh…jadi penasaran menunggu lanjutannya..cepat ya Mbak..🙂

    ****
    udah selesai Pak Syam, silakan baca ulang dari awal .. tks

  3. ditunggu lanjutannya…
    moga sembuh dari batuk nya biar dada ga terasa sesak lagi

    *****
    sip, tks bang saprie … udah selesai … udah sembuh juga

  4. ha ha ha penulisnya jangan ikutan menggebu-gebu emosinya. Tu batuk – batuk. Terus apa kelanjutannya sayang. Happy ending atau tragis.

    **********
    iya nih Pak, penulisnya ikut²an terbawa perasaan ..
    endingnya tragis Pak

  5. mudahan batuknya nia cepat sembuh supaya bisa melanjutkan menulis cerpennya

    ***
    tks ya Hery … kamu mang baik

  6. wuih pantai

    *********
    Yupe, pantai Soul ..

  7. salam kenal, kemaren ikut kopdar di Telkom pas kayuh baimbai ultah tapi malu gabung, jadi cuma ngobrol ma chandra aja. Masih belajar bikin blog, belum ada posting

    cha2

    ********** duh OOT,

  8. Mantap…apakah sang gadis tetap setia pada janjinya…??? ataukah sang lelaki benar-benar konsekwen pada janjinya…??? mengagungkan kesetiaan dan Cinta..??? … ditunggu kelanjutannya….

    ******
    Sampai mati cintanya memang untuk Ahmad, tapi sebagai istri .. dia juga mesti setia terhadap suaminya omm !!

  9. kesetiaan dan janji…

    dua hal yang sudah tak begitu saya percaya lagi..

    hiks’…

    jadi sediiih niee…😦

    *****
    Sabar ya Her, kamu jgn trauma gtu dunk ..

  10. Oh, Nia terlalu. Kau berdosa terhadap Ahmad. Tu Ahmad bikin kampung jadi geger. Ahmad diketemukan gantung diri di pohon jambu yang berada di belakang rumahnya. Di saku bajunya ada sepucuk surat buat Nia. Duh katanya, dalam surat, terlalu pengarangnya culas, ayangnya dimatikan. Mestinya jangan, agar terus ayang-ayangan di blog. hi hi hi hi

    ********
    Hahaha … pengarangnya tidak mau Ahmad dan Widari selingkuh Pak ..

  11. ass… ceritnya bagus banget…😀

    lam kenal… saya baru…

    ****
    Tks, salam kenal kembali

  12. panggaringan bujur ehhh,,,,lanjoeeeet

    **********
    nah, kan udah kada lagi omm .. dah selesai .. kdd lanjutannya

  13. cerita nyata, kan ?😀

    **********
    ada yg nyata .. tokohnya fiktif, he he he, gmn yaaa, gmn yaaa


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: