Posted by: nia | October 21, 2008

Kado Spesial untuk Cindy

“You would need a good lawyer to set you free from the Jail of My Heart”

Secangkir kopi manis baru saja diletakkan Cindy diatas meja pada sebuah ruang tamu dirumahnya pagi ini. Jam dinding menunjukkan pukul 06.00 WIB, ia telah terbangun dari tidurnya beberapa saat yang lalu, kebiasannya membuat sendiri secangkir kopi manis dan menikmati rasa khas kopi itu bersama sebatang rokok setiap pagi minggu, duduk santai diatas sofa sambil menonton acara breaking news disalah satu channel favoritnya.

Pagi itu … sama seperti pagi minggu sebelum-sebelumnya, tidak ada yang berubah untuk seorang Cindy, siapakah Cindy? artis terkenalkah??? ataukah siapa? Bagi mereka yang berkecimpung dalam dunia hukum, pastilah mengenal sosok wanita muda yang cantik ini, kulitnya putih mulus … dengan gaya rambut agak sedikit panjang dan dicat pirang, menambah kekaguman bagi siapa saja yang memandangnya. Dan salah satu daya tarik dari raut wajah Cindy adalah bentuk alisnya yang hitam asli dengan bulu-bulu yang teratur rapi …

Cindy Irawan, wanita muda yang 2 minggu lagi genap berusia 30 tahun, sejak usia 25 tahun telah memulai karirnya dengan bekerja di sebuah Law Firm : Handoyo and Partner’s. Otaknya yang encer dan ide-ide briliant serta sikapnya yang terkadang memukau atasannya membuat Cindy mulai diperhitungkan keberadaannya. Apalagi setiap kasus yang ditangani selalu berhasil dimenangkan. Dan suatu ketika, Cindy terlibat selisih pendapat dengan atasannya, sehingga Cindy mengambil keputusan untuk resign dari tempat ia bekerja.

Anna Luciana adalah rekan kerja sekaligus sahabat Cindy, adapun Prahasta adalah seorang lelaki yang berprofesi sebagai seorang pengacara handal di ibukota dan resmi menjadi kekasih Cindy sejak 2 tahun yang lalu.

Pasca resign dari Handoyo and Partner’s, Cindy kemudian kembali bekerja disebuah Law Firm : Santoso and Partners, disinilah karir Cindy semakin berkibar. Puluhan kasus berhasil dimenangkan olehnya dengan gilang gemilang.


Ditempat berbeda masih dikota Jakarta, disebuah komplek perumahan … Pada sebuah rumah mungil yang baru beberapa bulan ditempati, terjadi keributan kecil yang berujung pada kekerasan fisik yang dilakukan oleh seorang suami terhadap istrinya.

Wanita muda yang berusia 27 tahun itu kembali mengalami kekerasan fisik yang dilakukan oleh suaminya, sebut saja wanita itu Lita, nama lengkapnya Silolita … seorang gadis keturunan Kalimantan yang sejak menikah diboyong oleh Priyono, suaminya. Pernikahan Lita dengan Priyono sebenarnya tidak direstui oleh kedua orangtua Lita, namun entah bagaimana caranya, akhirnya pernikahan itu berlangsung juga dikediaman orangtua Priyono di Jakarta.

Tahun pertama Lita dan suaminya bahagia, tidak ada hal yang berakhir dengan kekerasan seperti yang baru saja terjadi. Mungkin karena saat itu keadaan materi Lita masih berlimpah, karena sebelum memutuskan untuk menikah dengan Priyono, Lita resign dari kantor tempatnya bekerja dengan pesangon yang lumayan.

Priyono ini adalah seorang karyawan pada sebuah BUMN di ibukota, dan Lita adalah anak seorang pengusaha kayu asal Kalimantan yang namanya cukup terkenal, disamping ia juga sempat bekerja pada perusahaan asing dibidang pertambangan.

Pertengkaran kecil mulai sering terjadi ketika Priyono ditugasi kantor tempatnya bekerja untuk meneruskan pendidikan ke S2. Priyono yang semula adalah sosok lelaki yang baik dimata istrinya, kini perlahan berubah sikap. Rupanya perkenalannya dengan seorang dosen tetap dikampus tempat dia belajar telah merubah itu semua.

Laras … Dosen perempuan yang statusnya masih single berusia 43 tahun itu ternyata jatuh cinta kepada Priyono, lelaki yang telah beristri dan menjadi salah seorang mahasiswanya. Awalnya Priyono samasekali tidak berniat untuk mengkhianati istrinya, namun karena frekuensi pertemuannya dengan dosen itu begitu sering, akhirnya perselingkuhanpun terjadi.

Walaupun perbedaan usia Priyono dengan Laras terpaut 9 tahun, toh itu tidak ada masalah untuk hubungan itu, apalagi dengan status seorang dosen dan mahasiswa, tidak ada yang aneh bukan?? pikir Priyono suatu ketika. Terlebih lagi, segala kebutuhan material Priyono kini lebih banyak ditopang oleh Laras, semakin jauhlah hubungan mereka berdua.

Sampai suatu hari, Laras mendesak Priyono untuk mau menikahinya … meski hanya pernikahan siri atau nikah bawah tangan. Sebagai lelaki yang sudah beristri, Priyono tetap masih berpikir untuk memenuhi permintaan Laras, disatu sisi ia masih membutuhkan Laras untuk membantunya dalam hal perkuliahan, namun disini lain … ia telah memiliki Lita.

Akhirnya, Priyono nekat untuk memenuhi permintaan Laras tanpa memberitahukan atau ijin kepada Lita, toh Laras tidak menuntut hal macam-macam seperti selama ini, kembali Priyono berpikir seperti itu, “toh gak ada salahnya jika aku nikah siri dengan Laras”

Setelah pernikahan siri itu terjadi, baik Priyono maupun Laras seolah melupakan keberadaan Lita, istri sahnya Priyono. Sampai akhirnya berita itu terdengar juga ditelinga Lita, tentu saja hal ini semakin membuat hubungan Lita dan suaminya dihiasi oleh pertengkaran-pertengkaran. Dan lebih parahnya, Priyono sudah mulai terbiasa melakukan KDRT.

Sebagai seorang istri, tentu saja Lita tidak mau diperlakukan seperti itu oleh suaminya, pada awalnya ia masih berusaha untuk menerima itu dengan harapan Priyono akan sadar, namun kelakukan Priyono semakin menjadi-jadi.

Ada rasa menyesal dalam hati perempuan muda itu, dia teringat dengan keluarganya yang berada di Kalimantan, seandainya ia menuruti orangtuanya mungkin kejadian ini tidak akan terjadi, bagaimanapun juga Priyono yang menikahinya ternyata tak lebih dari seorang lelaki kejam yang sekarang sifatnya seperti benalu, mencari tumpangan pada pohon yang bisa dimanfaatin materinya.

Berkali-kali Lita meminta supaya Priyono mau menceraikannya, namun setiap kali permintaan itu diajukannya … maka setiap kali juga pukulan mendarat ditubuhnya. Dan suatu pagi, Lita sudah tidak bisa lagi mentolelir kelakukan suaminya, dan saat pukulan itu akan didaratkan dipipinya … entah kekuatan darimana Lita menangkis pukulan itu, dan plakkkk !!! pukulan balasan ia daratkan dipipi Priyono.

Lelaki itu tak menyangka wanita dihadapannya yang tak lain adalah istrinya sendiri sudah berubah, tak lagi bisa dikasari ataupun diancam. Setelah menampar suaminya, Lita bermaksud untuk keluar dari kamar itu …
tapi suaminya yang baru sadar dapat tamparan seakan kalap, berkali-kali ia berusaha memukuli tubuh Lita, Lita yang hanya seorang wanita akhirnya jatuh juga akibat pukulan keras dari suaminya. Tubuhnya membiru dan bibirnya pecah berdarah.

“Mas … pokoknya saya tidak sudi lagi menjadi istrimu, sudah terlalu sering saya diperlakukan seperti ini, tidak cukupkah pengorbanan saya untukmu?” ucap Lita berapi-api.

“Maafkan saya dik, saya khilaf … ini terakhir kali saya berbuat seperti ini” menghiba Priyono dihadapan Lita.

“Tidak Mas, saya sudah tidak bisa bersamamu lagi … dan memang inilah terakhir kali saya mendapat perlakuan seperti ini” teriak Lita sambil berlari menuju garasi.

“Lita … tunggu honey, mau kemana kamu?” kejar Priyono sambil memanggil istrinya.


Dikantor Polsek terdekat dari komplek itu, Lita mengadukan KDRT yang dialaminya kepada petugas disana, setelah proses pengaduan selesai. Lita kemudian mengurus surat keterangan medis atau Visum et repertum yang dia peroleh dari seorang dokter di Rumah Sakit. Niatnya untuk menuntut suaminya sudah tidak bisa ditawar/dicegah lagi.

***
Pagi itu Cindy berangkat ke kantornya lebih awal, ada janji dengan kliennya yang tidak lain adalah Lita, wanita muda yang ingin menjadikan Cindy sebagai pengacaranya, yah … gugatan cerai terhadap suaminya Priyono yang akan diajukannya ke Pengadilan Agama dalam waktu dekat.

“Baiklah mbak Lita, nanti saya akan membantu supaya gugatan cerai mbak Lita bisa dikabulkan majelis hakim” janji Cindy ketika mengakhiri pertemuan dengan Lita.

“Terimakasih ibu Cindy, saya menaruh harapan besar kepada Ibu” ucap Lita sambil mengulurkan tangan dan berlalu dari ruang kerja Cindy.

Setelah Lita berlalu dari ruangannya, Cindy memandangi berkas-berkas yang ada dihadapannya, ada sedikit rasa perih yang tiba-tiba menyeruak dalam hatinya. Lagi-lagi kasus KDRT, ingatannya melayang kepada sesosok laki-laki yang sempat menjadi kekasih hatinya ketika kuliah dulu. Lelaki itu juga suka ringan tangan jika Cindy membuat kekasihnya itu cemburu, padahal Cindy sebenarnya mencintai dan tidak pernah berniat bikin cemburu, tapi Risko ( nama kekasihnya Cindy ) terlalu posesif, akhirnya Cindy tidak tahan dan memutuskan hubungan.

“Hahahaha … jika hubunganku dengan Risko masih berlanjut sampai ke jenjang pernikahan sekarang ini, barangkali aku juga akan mengalami hal serupa” khayal Cindy sambil tersenyum kecut sendirian.

Tak lama Cindy berada dalam khayalannya, tiba-tiba handset CDMA N6271i miliknya bergetar, incoming call dari Prahasta … kekasih ke-2nya yang telah menemani hari-harinya 2 tahun terakhir. Prahasta yang berpenampilan kalem, dengan wajah ganteng dan senyum khas, serta kumis tipis yang menambah kegantengannya, membuat Cindy segera menjawab panggilan itu.

“Ya mas Prahas, Cindy masih diruangan” sedikit manja Cindy memberitahukan bahwa ia masih ada diruang kerjanya kepada Prahasta yang sempat menanyakan dimana posisi Cindy ketika jawab telepon itu.

“Baiklah, 5 menit lagi Cindy akan berada disamping mas Prahas … “

“I can wait forever, hon …muachhhh” suara Prahas mengakhiri teleponnya siang itu.

Siang itu, Cindy dan Prahasta lunch bareng direstoran favorite mereka, sambil berbincang tentang kasus yang sedang ditangani Cindy beberapa waktu kedepan.

“Hon … aku akan selalu mendukung kamu dalam menangani kasus-kasusmu “

“Thank You very much mas, Cindy beruntung punya mas Prahas” ungkap Cindy sambil menatap lekat wajah lelaki ganteng dihadapannya.

“Setelah kasus yang kamu ini tangani ini berhasil kamu menangkan, aku ingin kamu segera memberikan jawaban atas lamaranku kemarin” tiba-tiba Prahas mengalihkan topik pembicaraan.

“Ahaaaa … mas Prahas, Cindy pasti akan kasih jawaban bila waktunya tiba” jawab Cindy dengan tersenyum manis.

Cindy … wanita muda yang karirnya begitu cemerlang, memiliki kekasih tampan yang dikenal hampir diseluruh pelosok negeri. Masih berpikir untuk menerima lamaran kekasihnya sendiri, kenapa????


Siang itu, usai lunch … Prahasta mengantar Cindy balik kembali ke kantornya, dengan senyum penuh kebahagiaan keduanya berpisah sementara waktu. Cindy kembali tenggelam dengan berkas-berkas dimeja kerjanya.

***
7 hari berikutnya …
Disebuah ruangan Pengadilan Agama Jakarta Selatan, baik Lita maupun Priyono sama-sama tidak menghadiri sidang pertama untuk kasus gugatan cerai yang dilayangkan oleh Lita selaku pihak penggugat. Masing-masing hanya dihadiri oleh pengacaranya. Sidangpun ditunda sampai minggu depan.

Sore harinya, seperti sore sebelumnya pasca mendaftarkan gugatan cerainya, Lita tak pernah kembali kerumah melainkan ke hotel, sudah berhari-hari ia menginap dihotel sendirian. Sungguh Lita muak melihat wajah Priyono, lelaki yang pernah dicintainya, lelaki yang menemani malam-malamnya, lelaki yang selalu memeluknya, lelaki yang memberikan arti cinta dan penghapus sepinya, serta lelaki yang telah menikahinya. Dan sekarang lelaki itu justru dibencinya, hah !!! Ingat itu membuat napas Lita memburu, giginya bergemelutuk dan wajah putihnya memerah menahan amarah.

Dihempaskan tubuh letihnya diatas spring bed kamar hotel, saat ini yang terpenting adalah ia ingin menghindari pertemuan dengan Priyono, suaminya. Karena bagaimanapun juga lelaki itu masih berusaha untuk berdamai dengan Lita, cara apapun ingin dilakukannya untuk mempertahankan ikatan pernikahan itu. Sayangnya Priyono kehilangan jejak Lita, dan tak seorangpun yang tau dimana kini Lita berada selain Cindy pengacaranya.


Di kediaman Cindy, Anna Luciana sedang berbincang-bincang dengannya …
Anna adalah satu-satunya sahabat Cindy yang dikenalnya 6 tahun lalu. Yah, 6 tahun yang lalu Cindy bukanlah seperti Cindy yang sekarang, ketika itu Cindy masih merupakan sosok perempuan cantik nan angkuh, dengan segala sikap merendahkan orang lain dan terkadang bikin para lelaki tidak berdaya menaklukkan hatinya.

Ketika itu Cindy merasa bahwa dengan kepribadiannya yang begitu dikagumi banyak orang, ia akan mudah mendapatkan apapun yang ia inginkan, termasuk dalam berkarir, walau ternyata dibalik sikap yang tampak dimata sosok pribadi Cindy sedang rapuh, semua gara-gara Risko mantan pacarnya yang masih berusaha untuk kembali ke Cindy.

Perkenalan Cindy dengan Anna pun terjadi tanpa sengaja, ketika Anna yang putus asa akibat pengkhiatan pacarnya yang tak bertanggungjawab, lelaki itu telah pergi meninggalkan Anna … sungguh Anna merasakan hidupnya berantakan oleh perbuatan lelaki tak bertanggungjawab itu.

Itulah awal mula Anna ketemu dengan Cindy, status jomblo dengan sebab yang berbeda itu merupakan pertemuan pertama mereka dan berlanjut dengan persahabatn sampai sekarang.

“Gimana miss Lawyer, kasusmu bakalan menang lagi kan?’ tanya Anna.

“Harus dong Ann, aku sangat ber-empati dengan klienku yang satu ini” terang Cindy.

“Wah … melihat kamu semangat seperti ini, aku yakin kamu akan mendulang kesuksesan lagi, selamat berjuang” ucap Anna dengan tulus.

“Thank’s Ann, kalau bukan aku yang belain kaum kita, sapa lagi coba??” canda Cindy.

Obrolan terus berlanjut sampai malam, dan berakhir ketika Anna pamit pulang. Kedua sahabat itupun berpisah dengan harapan semoga kesuksesan selalu mereka raih.

===
Akhirnya, hari yang ditunggupun tiba !!
Sidang ke-2 kasus gugatan cerai Silolita terhadap suaminya kembali digelar, Cindy pengacara Lita tampil bersahaja, sedangkan Lita sendiri tampil dengan cantiknya walaupun sinar kepedihan tak dapat ditutupi diraut wajahnya.

Beberapa saat sebelum sidang dibuka, sembari menunggu pihak tergugat beserta pengacaranya hadir diruangan, sempat Lita menerima telepon dari Anna sahabatnya, yang menjelaskan bahwa ternyata Priyono yang menjadi pihak tergugat adalah Priyono mantan pacarnya Anna, lelaki brengsek dimasa lalu Anna. Cindy sempat mengernyitkan alisnya … seolah tak percaya dengan apa yang barusan ia dengar.

Perasaan Cindy-pun diliputi tanda tanya, kenapa kebetulan seperti ini ia bisa bertemu dengan seorang lelaki yang telah membuat lebih dari satu perempuan menderita karena ulahnya.

Tak lama setelah itu, dari pintu masuk ruang sidang, seorang lelaki gagah berjalan memasuki ruangan diiringi oleh pengacaranya. Lelaki itulah Priyono … suami yang digugat cerai oleh istrinya karena tak tahan lagi mengalami KDRT. Priyono kemudian duduk bersebelahan dengan Lita yang telah lebih dulu berada diruang sidang.

Cindy menatap lelaki itu, dalam hatinya ia mengakui bahwa ternyata Priyono punya kharisma yang bisa membuat para wanita jatuh cinta padanya. Dan ..
“my God … mata itu, tatapan itu .. yah tatapan itu seolah mengingatkan aku akan Risko” batin Cindy berkecamuk.

“Bulshittt … Risko adalah masa laluku, dan sampai kapanpun tidak akan kubiarkan ingatan ini membuyarkan konsentrasiku menangani kasus klienku” kembali Cindy menata perasaannya.

Berangsur ruangan sidang menjadi senyap manakala pembacaan berkas permohonan dibacakan, ada sedikit ketegangan terpancar diwajah Lita, sementara Cindy yang sudah terbiasa malang melintang menangani berbagai kasus tampak santai. Sekali-sekali Cindy memainkan lentik jemari tangannya.

Sementara Priyono, laki-laki itu tertunduk lesu … segurat penyesalan tergambar jelas diwajah tampannya. Sementara pengacaranya terlihat mulai sibuk menyiapkan pembelaan.

Usai pembacaan berkas permohonan !!
Suasana-pun kemudian berubah menjadi agak panas, baik Cindy maupun pengacaranya Priyono saling beradu argument untuk klien masing-masing. Dan sekali lagi, sosok Cindy sebagai pengacara handal memang telah dibuktikannya hari ini diruang sidang. Dengan kehebatan kata-katanya, Cindy berhasil membuat Priyono dan pengacaranya diam tak berkutik.

Beruntung tidak ada kejadian yang berakhir pada pemukulan diruang sidang, meskipun keadaan sempat memanas. Dan majelis hakim pun kemudian memutuskan bahwa gugatan cerai Silolita dikabulkan. Sidangpun berakhir dengan kemenangan dipihak Lita dan pengacara Cindy, airmata bahagia mengalir dipipi Lita, wanita muda itu meskipun hatinya terluka akibat perlakuan dan pengkhianatan mantan suaminya, namun masih ada harapan dan sinar tegar diwajahnya menghadapi hari-hari kedepan.

Cindy merasakan kepuasan karena bisa membantu kliennya untuk memenangkan kasus cerai itu, dan diatas dari itu … sungguh hati kecilnya tak rela jika kaumnya disakiti dengan cara seperti yang dilakukan oleh Priyono terhadap Anna Luciana sahabatnya, maupun terhadap Lita …

Lalu bagaimana dengan Laras??? Dosen perempuan yang meminta Priyono untuk menikah siri dengannya? Sampai sidang berakhir, tak sekalipun ada yang tau kabar tentangnya … kemanakah dia??? apa yang kira-kira terjadi padanya???

Diakhir cerita, seperti janji Cindy kepada Prahasta, siang itu Cindypun menerima lamaran Prahasta … dan sebagai kado terindah dihari ulang tahun Cindy, Prahasta memberikan sebuah gelang emas bertahtakan berlian kepada Cindy. “Selamat Ulang tahun honey .. terimakasih telah menerima pinanganku” bisik Prahasta sambil memberikan kecupan hangat dikening Cindy.

— end —


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: