Posted by: nia | August 25, 2008

Puisi Embun Pagi

puisi embun pagi

Senin, 25 Agustus 2008 @ 06:41 WIB –

Perjalanan sang waktu semakin penjarakan sukma ..
jasad yang masih digelayuti jiwa diam tak bisa meronta
prahara hati mengusik kebisuan bernuansa dilema cinta
tiga masa berlalu sudah tanpa bisa sirna ..

kurenggut ketidakberdayaan dengan senyum hampa ..
kutepiskan duka dengan luluran darah tanpa makna ..
ketinju gelisah didada dengan kepalan tanpa tenaga ..
bukankah itu hanyalah sia-sia ????

kuraih dirimu dalam lumpur dosa ..
kutinggal pergi saat taubat terpanjat kepada-Nya..
kucari engkau dalam sinar terang cahaya ..
kupeluk jasadmu ketika jiwa meninggalkan raga ..

tidak akan ada tangis duka lagi ..
tidak akan ada gerakan bibir tergetar menyebutmu nama lagi ..
tidak akan ada kisah sedih yang menghiasi hari hari ini lagi ..
karena engkau telah damai disisi Ilahi ..

***


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: