Posted by: nia | August 20, 2008

goresan 3 sahabat

bubu_okky Rabu, 20 Agustus 2008 @ 11:29 WIB

hatimu
pintu yang tertutup
berabad lalu
sia sia aku menujumu
dengan deru
apalagi sajak lugu

hati ini telah pecah
tapi aku menyerah
untuk tetap betah
dalam getahmu-gundah gelisah

kau banting pintu
lalu menutup jendela

aku sudah terperangkap !

——————–

bubu_okky Rabu, 20 Agustus 2008 @ 18:53 WIB

aku terperangkap dalam sebuah instalasi kata
di antara tanda tanda baca yang bersijingkat
tanya, koma, seru, tapi tak juga mencapai titik
tuhankah yang bersemayam dalam bahasa
aku tersesat di belantara cerita, mengejarmu
yang lari ke lorong waktu misterius
ah, ia melemparku ke alinea luka !

tapi bagaimana kau tahu aku sedang terpenjara di sini
kau seakan tak pernah bosan mengejarku, matamu
anak panah mengangakan setiap lubang pori tubuh, bersimbah darah

aku tak tahu lewat spasi mana kau masuk
bukankah kaki tiap huruf itu laksana tiang mengurungku
lihatlah tubuhku telah melesap ke rawa rawa luka
sedang matamu tak henti menusuki

——— wak wak wak ————–


harry_zoe Rabu, 20 Agustus 2008 @ 12:14 WIB

jauh sebelum aku menyentuh maya
relungku tak ada yg memiliki
disana kosong hingga kini
dan kan kubiarkan kosong
karena aku tak ada disana

maaf bila disana hanya menemui
ruang yang kosong
sarang laba-laba
dan debu berserakan
karena aku tak ada disana

dalam ceria
dalam gundah
kuhanya bisa memberi
tanpa berharap apapun
karena aku tak ada disana

fana & kosong
karena aku tak ada disana

maaf bila kamu terperangkap disana
maaf bila bajumu ternodai oleh debu
maaf bila rambutmu tersangkut jaring laba-laba
maaf….
karena aku tak ada disana

silahkan singgah
silahkan rawat ruangan itu
tapi sekali lagi maaf…
karena aku tak ada disana

harry_zoe Rabu, 20 Agustus 2008 @ 16:32 WIB

sedikit selipan dibawah remangnya malam
sedikit uraian dibawah cahaya rembulan

nampak jelas taman bunga terhampar ditaman
meski hanya terlihat samar
meski hanya tercium baunya
tapi mataku memang tak berkedip
menerawang dalam remang
menyusup dalam rapatnya tiraimu

kulihat sosokmu berdiri termangu
merelakan diriku melangkah meninggalkanmu

semoga taman bunga bisa menggantikanku
mengganti indahnya kenangan akan diriku

sibakkanlah tiraimu
lipatlah lembaran itu
agar tak menambah lukamu
simpanlah cinta itu
sempan sebagai kenangan manis dalam hidupmu

doa suciku masih menyertaimu
semoga kamu juga berbahagia
seperti lima tahun yang lalu
seperti saat kita memadu kasih

meski semua berbeda
tapi aku juga yakin
kebahagiaan selalu menyertaimu

******

tanpa judul

disini .. masih ditempat yang sama seperti 4 tahun lalu ..

aku berdiri dibalik tirai jingga ..
menatap tanpa kedip taman bunga yang wanginya masih terus menebar ..

goresan demi goresan usang itu kubaca lagi ..
sedikit kepedihan menghampiri sisi terdalam kalbuku ..

ah .. kenapa sih cinta itu bikin luka??
ah .. kenapa sih perbedaan itu ga pernah bisa menyatukan?

perlahan kulipat lembaran usang .. masih tanpa kedip menatap ketaman bunga ..

dan disini .. ditempat yang sama .. masih kuselipkan doa suci untukmu ..
semoga kamu bahagia tanpaku disana ..

——-

ntahlah ..ini detak jantungku yang keberapa kalinya
begitu pelan sehingga aku sendiri ga punya energi lagi sekedar untuk mencari jawaban penghibur hati ..

aku ga persis ingat kapan kubiarkan diriku ..
bahkan juga tarian lentik jemari tanganku untuk masuk kelorong tempat bayang semu-mu terpatri ..

aku juga ga persis ingat .. darimana asal mula
tarian jemariku ini mulai membalas lembut sapaanmu ..
yang kuingat hanyalah sebuah id yang begitu melekat diingatku ..

getaran syahdu menyeruak ditiap kali kulihat pesan demi pesan yang kau kirim dan terbaca pada ruang tanpa batas dilayar monitorku ..

ada senoktah semangat yang berpacu dalam aliran darahku ..deg .. kembali jantungku terasa pelan berdetak ..

ga .. ga boleh ada semangat seperti ini lagi ..
kamu cuma bayang semu .. yang sampai kapanpun
tetaplah bayangan semu, penuh debu dan akan selalu berdebu ..

tetes air mata pun perlahan jatuh ..
haruskah bayang semu kujadikan alasan atas kesedihan dan jatuhnya airmata ini???

ctrl alt d e l e t e .. atau ctlr f4 ???? untuk mengakhiri goresan ini?

=============


pagi menjemput berselimutkan mendung ..
seolah menjadi soulmate sesosok istri setia ..
iya .. istri setia yg sedang terluka ..
kenapa kata luka dan perih lagi yang tercipta ..

memar dan legam disekujur tubuhnya ..
itulah lukisan-lukisan yang digoreskan oleh kepalan tangan sang pujaan .. ah ..
bukan sang pujaan melainkan suami kejam ..

pernahkah hatinya mengeluh???
pernahkah tetesan airmatanya jatuh??
pernahkah tubuhnya bersimbah peluh???
pernahkah nuraninya luluh??????

atau pernahkah ia bersimpuh????
tentu sajalah ..
disaat sang pujaan nyata berselingkuh ..
tidak ada sumpah serapah ..
tetapi ratapan pasrah kepada sang pemilik tubuh

tuhan .. jauhkan lelaki kejam ini dari hidupku
tuhan .. bawa pergi dia dari hari-hariku ..
tuhan .. aku meminta dia kepada-mu
untuk menjagaku tapi tidak untuk menyakitiku ..

tuhan .. ampuni segala salah dan khilafku ..
jika ini adalah hukuman untukku ..
segeralah bebaskan aku ..
meski engkau benci perceraian ..
namun itulah yanga ku tunggu ..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: